PSIS Kian Terjepit di Zona Degradasi Usai Kalah dari PSS Sleman

mediaindonesia.com
15 jam lalu
Cover Berita

KEKALAHAN PSIS atas tuan rumah PSS Sleman di laga lanjutan kompetisi Liga Championship di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Sabtu (10/1), membuat langkah Laskar Mahesa Jenar keluar zona degradasi semakin berat. Kekalahan 2-1 itu, menempatkan PSIS Semarang dengan 8 poin dari 15 pertandingan. Mereka harus menang di tiga pertandingan yang tersisa untuk membuka peluang keluar zona degradasi.

Pada pekan ke-15 ini, di zona merah PSIS Semarang masih menunggu pertandingan Persipal Palu vs Persiku Kudus yang akan dimainkan di Stadion Gawakise Palu Senin (12/1) sore. Apakah masih akan bertahan di urutan 9 atau bahkan melorot kembali di dasar klasmen sementara Liga Championship 2025/2026.

Persipal Palu saat ini berada di dasar klasmen memiliki 6 poin dari 14 pertandingan yang dijalani dengan 6 kali seri dan 8 kali kalah tanpa pernah menang. Sedangkan Persiku Kudus berada di urutan 8 mengantongi 8 poin dari 14 pertandingan yang dilakoni dengan 2 kali menang, 2 kali seri dan 10 kali kalah.

Pada pertandingan dijadwalkan berlangsung Senin (12/1), jika kemenangan diperoleh Persipal Palu akan menambah 3 poin dan menjadi 9 poin maka PSIS Semarang dapat bergeser turun ke dasar klasmen. Andai pertandingan dimenangkan Persiku Kudus atau seri maka posisi Laskar Mahesa Jenar tetap bertahan di urutan 9.

Melihat kondisi ini, PSIS Semarang yang menyisakan tiga pertandingan pada Januari yakni menjamu Deltras Sidoarjo pada Sabtu (17/1), Persela Lamongan Sabtu (24/1) dan Kendal Tornado FC Jumat (30/1) harus mampu menyapu bersih 9 poin. Namun hal itu juga tergantung dari poin dua rivalnya terdekat Persipal dan Persiku serta Persikaba Balikpapan saat ini memiliki 11 poin.

Meskipun kaush dari PSS Sleman pada laga di Stadion Maguwoharjo, Sleman, pada Sabtu (10/1) sore, pelatih PSIS Semarang Jafri Sastra menilai performa anak asuhnya tidak mengecewakan dan  mampu tampil kompetitif sepanjang pertandingan, meskipun lengah di momen krusial jelang laga berakhir.

"Anak-anak sebenarnya bermain bagus dan sudah berjuang selama 90 menit, kami tidak bermain buruk, namun kecolongan jelang akhir pertandingan karena PSS Sleman bisa memanfaatkan peluang dan meraih tiga poin," kata Jafri Sastra.

Kekalahan atas PSS Sleman ini, ungkap Jefri Sastra, akan menjadi bahan evaluasi penting bagi tim Laskar Mahesa Jenar untuk menatap laga berikutnya, sehingga berharap para punggawa PSIS Semarang bisa segera bangkit dan memperbaiki posisi di klasemen."Target kami jelas, PSIS harus berada di posisi yang lebih baik ke depannya," tambahnya.

Menurut Jefri Sastra kekalahan ini juga todak terleias dari belum bisa dimainkannya tiga pemain asing anyar yakni Aldair Simanca, Rafinha dan Denilson, karena masalah administrasi pehain asing yang belum selesai hingga jelang pertandingan l, meskipun ketiganya sudah dibawa ke Sleman. "Tidak turunnya 3 penainbasibg ini sedikit memengaruhi kreativitas tim di lapangan.l," imbuhnya. (Z-2)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Demo Rusuh di Iran: Bom Molotov Dilempar, Motor Dibakar, Aparat Keamanan & Demonstran Bentrok!
• 2 jam lalukompas.tv
thumb
Guru Besar UIN Jakarta: Modernisasi Kampung Nelayan Kunci Kemandirian Pangan RI
• 1 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Banjir Meluas di Landak, BPBD Tetapkan Status Siaga Darurat
• 3 jam lalutvrinews.com
thumb
KPK Amankan Emas 1,3 Kg dalam Kasus Dugaan Suap yang Libatkan Kepala KPP Madya Jakut
• 10 jam lalutvonenews.com
thumb
Indonesia Jadi Negara Pertama yang Blokir Grok Milik Elon Musk
• 17 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.