Penulis: Christhoper Natanael Raja
TVRINews, Landak
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sejumlah kejadian bencana di berbagai wilayah Indonesia pada periode 11 Januari 2026.
Berdasarkan pemantauan Pusat Pengendali dan Operasi (Pusdalops) BNPB, bencana yang terjadi masih didominasi bencana hidrometeorologi basah, terutama banjir.
Di Pulau Kalimantan, banjir melanda Kabupaten Landak, Provinsi Kalimantan Barat, pada Jumat, 9 Januari 2026, sekitar pukul 8.00 WIB.
Banjir dipicu hujan berintensitas tinggi yang berlangsung cukup lama dan menyebabkan sejumlah sungai meluap hingga merendam permukiman warga, khususnya di wilayah sekitar daerah aliran sungai.
Banjir berdampak pada delapan kecamatan dengan total 23 desa terdampak. Wilayah tersebut meliputi Kecamatan Banyuke Hulu, Air Besar, Jelimpo, Menyuke, Mempawah Hulu, Kuala Behe, Menjalin, dan Meranti.
Pada awal kejadian, ketinggian muka air dilaporkan mencapai sekitar 100 sentimeter sehingga aktivitas masyarakat terganggu dan akses antarwilayah sempat terhambat di sejumlah titik.
Data sementara mencatat sebanyak 2.282 kepala keluarga terdampak banjir. Warga terdampak tersebar di berbagai desa, dengan jumlah cukup besar berada di Kecamatan Mempawah Hulu dan Kecamatan Air Besar. Hingga saat ini tidak dilaporkan adanya korban jiwa, namun ribuan rumah warga terendam air.
Selain berdampak pada masyarakat, banjir juga menyebabkan kerugian materiil dengan jumlah rumah terdampak mencapai 2.282 unit.
Tingkat genangan bervariasi, terutama di desa-desa dataran rendah dan kawasan sepanjang aliran sungai. Petugas di lapangan masih terus melakukan pendataan untuk memastikan angka kerugian secara rinci.
Dalam penanganan darurat, BPBD Kabupaten Landak berkoordinasi dengan instansi terkait untuk melakukan pendataan, pemantauan, serta penyaluran bantuan logistik kepada warga terdampak.
Pemerintah daerah telah menetapkan status siaga darurat guna mempercepat langkah penanganan dan antisipasi banjir susulan.
Berdasarkan laporan terkini, kondisi banjir di sejumlah wilayah menunjukkan perkembangan yang bervariasi. Di Desa Serimbu, ketinggian air dilaporkan masih meningkat dan akses sarana air bersih di Dusun Serimbu Seberang terputus.
Sementara itu, di Pasar Menjalin, air sungai masih bertahan namun belum memasuki permukiman. Di beberapa wilayah lain, air mulai surut, antara lain di Desa Tunang dan Desa Mentonyek di Kecamatan Mempawah Hulu, sejumlah dusun di Kecamatan Air Besar, Kecamatan Banyuke Hulu, serta Desa Darit di Kecamatan Menjalin. Akses jalan dari Sompak menuju Pontianak dilaporkan sudah kembali dapat dilalui.
BNPB mengimbau masyarakat di wilayah rawan banjir dan cuaca ekstrem untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana susulan.
Warga diminta memantau informasi cuaca dan peringatan dini dari pemerintah daerah dan BNPB, menjaga kebersihan saluran air, serta mengikuti arahan petugas demi keselamatan bersama.
Editor: Redaksi TVRINews




