Bukan Jawa! Ini Wilayah RI yang Paling Banyak Kumpul Kebo

cnbcindonesia.com
13 jam lalu
Cover Berita
Foto: Roman Kraft via Unsplash

Jakarta, CNBC Indonesia - Fenomena kumpul kebo atau pasangan yang hidup bersama tanpa ikatan pernikahan yang sah ternyata sudah ada sejak dulu. Hal ini semakin marak terjadi di Indonesia meskipun bertentangan dengan norma hukum dan agama.

Menurut laporan dari The Conversation, 'kumpul kebo' bisa dipicu oleh pergeseran pandangan terkait relasi dan pernikahan. Tidak sedikit warga RI yang memandang pernikahan adalah hal normatif dengan aturan yang rumit.

Alhasil, mereka memandang 'kumpul kebo' sebagai alternatif relasi romantis yang lebih murni. Di wilayah Asia yang menjunjung tinggi budaya, tradisi, serta agama, 'kumpul kebo' masih menjadi hal tabu. Kalaupun terjadi, 'kumpul kebo' biasanya hanya berlangsung dalam waktu yang singkat dan dinilai sebagai langkah awal menuju pernikahan.


Baca: Kumpul Kebo Diancam Penjara 6 Bulan, Pasangan Lakukan Ini Bisa 1 Tahun

Pada 2021 lalu, studi di Indonesia berjudul The Untold Story of Cohabitation mengungkapkan bahwa 'kumpul kebo' lebih banyak terjadi di wilayah bagian Timur yang mayoritas penduduknya non-Muslim.

Peneliti ahli muda dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Yulinda Nurul Aini, mengatakan setidaknya ada 3 alasan pasangan di Manado yang merupakan lokasi penelitiannya memilih untuk 'kumpul kebo' bersama pasangan. Masing-masing terkait beban finansial, prosedur perceraian yang terlalu rumit, hingga penerimaan sosial.

"Hasil analisis saya terhadap data dari Pendataan Keluarga 2021 (PK21) milik Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) 0,6 persen penduduk kota Manado, Sulawesi Utara, melakukan kohabitasi," ungkap Yulinda beberapa saat lalu.

"Dari total populasi pasangan kohabitasi tersebut, 1,9% di antaranya sedang hamil saat survei dilakukan, 24,3% berusia kurang dari 30 tahun, 83,7% berpendidikan SMA atau lebih rendah, 11,6% tidak bekerja, dan 53,5% lainnya bekerja secara informal," lanjutnya.

Baca: Inflasi China Rekor Tertinggi dalam 3 Tahun: Apa Dampaknya ke RI?

Dampak Kumpul Kebo

Yulinda menyebut, pihak yang paling berdampak secara negatif akibat 'kumpul kebo' adalah perempuan dan anak. Dalam konteks ekonomi, tidak ada jaminan keamanan finansial bagi anak dan ibu, seperti yang diatur dalam hukum terkait perceraian. Dalam kohabitasi, ayah tidak memiliki kewajiban hukum untuk memberi dukungan finansial berupa nafkah.

"Ketika pasangan kohabitasi berpisah, tidak ada kerangka regulasi yang mengatur pembagian aset dan finansial, alimentasi, hak waris, penentuan hak asuh anak, dan masalah-masalah lainnya," terang Yulinda.

Sementara itu dari segi kesehatan, 'kumpul kebo' dapat menurunkan kepuasan hidup dan masalah kesehatan mental. Sejumlah penyebab dampak negatif akibat kohabitasi adalah minimnya komitmen dan kepercayaan dengan pasangan dan ketidakpastian tentang masa depan.

Baca: Banjir Bandang Terjang Sitaro Sulawesi Utara, 14 Orang Tewas

Menurut data PK21, sebanyak 69,1% pasangan kohabitasi mengalami konflik dalam bentuk tegur sapa, 0,62% mengalami konflik yang lebih serius seperti pisah ranjang hingga pisah tempat tinggal, dan 0,26% lainnya mengalami konflik kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

Lalu, anak-anak yang lahir dari hubungan kohabitasi juga cenderung mengalami gangguan pertumbuhan dan perkembangan, kesehatan, dan emosional.

"Anak dapat mengalami kebingungan identitas dan memiliki perasaan tidak diakui karena adanya stigma dan diskriminasi terhadap status 'anak haram', bahkan dari anggota keluarga sendiri," kata Yulinda.

"Hal ini menyulitkan mereka untuk menempatkan diri dalam struktur keluarga dan masyarakat secara keseluruhan," paparnya.


(haa/haa)
Saksikan video di bawah ini:
Video: Prabowo Kaji Kenaikan Bonus bagi Para Atlet Asian Games 2026

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Kepemilikan Bank di SBN Menebal pada Awal 2026, Tembus Rp1.397 Triliun
• 2 jam lalubisnis.com
thumb
Remaja di Jakbar Konvoi Sambil Tenteng Sajam, Ternyata Nyari Lawan Tawuran
• 44 menit laludetik.com
thumb
KPK respons peluang panggil pemda di Maluku Utara terkait kasus PT WP
• 6 jam laluantaranews.com
thumb
Zodiak yang Punya Aura Kepemimpinan
• 6 jam lalubeautynesia.id
thumb
Pejabat Pajak Jakarta Jadi Tersangka Usai Kena OTT KPK
• 16 jam lalurepublika.co.id
Berhasil disimpan.