Pakar IPB Ungkap Fakta di Balik Tren Makanan Kukusan, Belum Banyak Orang Tahu!

medcom.id
13 jam lalu
Cover Berita
Jakarta: Tren mengonsumsi makanan kukusan dan rebusan kian populer di masyarakat. Dari sudut pandang ilmu gizi, fenomena kuliner ini dinilai sangat positif karena mencerminkan peningkatan kesadaran akan pentingnya real food dan pola hidup sehat.
 
Dosen Program Studi Supervisor Jaminan Mutu Pangan Sekolah Vokasi IPB University, Ai Imas Faidoh Fatimah, STP, MP, MSc, mengungkapkan bahwa pangan yang diolah dengan cara dikukus memiliki kandungan gizi yang sangat baik.
 
"Pangan kukusan seperti jagung, pisang, ubi jalar, singkong, dan labu merupakan sumber karbohidrat kompleks, serat pangan, serta berbagai vitamin yang penting untuk tubuh," jelas Ai Imas dikutip Minggu, 11 Januari 2026.

Menurutnya, tren ini sejalan dengan gaya hidup sehat masyarakat yang kini lebih memilih pangan alami dengan proses pengolahan minimal. Keunggulan Metode Mengukus Ai Imas memaparkan bahwa mengukus dan merebus adalah metode memasak yang lebih sehat dibandingkan menggoreng. "Pengukusan meminimalkan penggunaan minyak, sehingga makanan menjadi lebih rendah lemak jenuh dan kalori," ujarnya.
 
Selain itu, suhu pengukusan yang tidak terlalu tinggi membantu mempertahankan nutrisi makanan, terutama vitamin dan mineral yang rentan rusak oleh panas. "Bahan pangan yang dikukus tidak kontak langsung dengan air, sehingga kehilangan vitamin dan mineral menjadi lebih kecil," tambahnya. Jenis Bahan Pangan yang Cocok Dikukus
  1. Beberapa bahan pangan sangat diuntungkan dengan teknik kukus, di antaranya:
  2. Umbi-umbian: Seperti ubi, singkong, talas, dan kentang sebagai sumber karbohidrat.
  3. Sayuran: Seperti brokoli, wortel, dan labu kuning yang kaya vitamin dan antioksidan.
  4. Kacang-kacangan: Seperti kacang tanah dan edamame sebagai sumber protein nabati.
  5. Sumber Protein Hewani: Seperti telur yang cocok dikukus.
Kebanyakan bahan tersebut adalah pangan lokal Indonesia. Dengan mengonsumsinya, kita tidak hanya mendapatkan gizi, tetapi juga turut menguatkan ketahanan pangan berbasis sumber daya lokal.

Baca Juga :

Gak Perlu Banyak Ceramah, 7 Hal Ini Bikin Anak Nurut dan Empatinya Tinggi
Aman Dikonsumsi Setiap Hari? Ai Imas menegaskan bahwa makanan kukusan aman dikonsumsi setiap hari sebagai bagian dari menu harian, dengan catatan harus menerapkan prinsip variasi dan gizi seimbang.
 
"Makanan kukusan sebaiknya dikombinasikan dengan sumber protein hewani atau nabati lainnya. Tujuannya agar tidak hanya sekadar mengikuti tren, tetapi benar-benar mendukung kesehatan tubuh secara optimal," pesannya.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(CEU)

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Layanan SIM Keliling di Jakarta Hanya Buka di Dua Lokasi pada Minggu
• 17 jam lalurepublika.co.id
thumb
Jalan Utama Putus Imbas Longsor, 3.522 Warga Desa Tempur Jepara Terisolasi
• 7 jam lalukumparan.com
thumb
Duduk perkara Adly Fairuz terseret dugaan penipuan masuk Akpol, disebut-sebut nyamar jadi jenderal
• 11 jam lalubrilio.net
thumb
Fajar/Fikri Tersingkir di Semifinal Malaysia Open 2026, Indonesia Pulang Tanpa Gelar
• 22 jam lalupantau.com
thumb
Muannas Soroti Dugaan Pelecehan Agama oleh Pandji Pragiwaksono
• 22 jam lalujpnn.com
Berhasil disimpan.