Penulis: Nirmala Hanifah
TVRINews, Jakarta
Kesibukan pekerjaan kerap membuat sebagian pekerja kantoran memilih pola makan tidak biasa. Salah satunya adalah makan hanya satu kali dalam sehari, umumnya saat jam makan siang.
Dimana, pola makan sekali ini sering menimbulkan perdebatan, mulai dari dianggap berbahaya hingga dinilai efektif untuk menjaga berat badan.
Dokter sekaligus influencer kesehatan, Dr. Tirta Mandira Hudhi, menilai kebiasaan tersebut tidak bisa serta-merta disebut salah. Namun, ia menekankan pentingnya pemahaman yang benar tentang konsep diet itu sendiri.
Menurutnya, selama ini diet sering dipersepsikan semata-mata sebagai cara untuk menurunkan berat badan. Padahal, diet sejatinya adalah pengaturan pola dan jenis makanan yang dikonsumsi seseorang setiap hari.
“Diet itu bukan cuma soal kurus. Diet adalah bagaimana kita mengatur menu makan,” jelasnya melalui laman akun YouTubenya @TirtaPengPengPeng kutip Minggu, 11 Januari 2026.
Terkait makan satu kali sehari, Dr Tirta menyebut pola tersebut memiliki kemiripan dengan metode intermittent fasting yang cukup populer.
Dalam kondisi tertentu, ia mengatakan jika tubuh manusia masih mampu beradaptasi meski tidak menerima asupan makanan selama beberapa jam.
Ia menjelaskan bahwa tubuh manusia bahkan dapat bertahan tanpa makanan selama beberapa hari. Namun, yang jauh lebih krusial adalah kecukupan cairan.
“Kekurangan air justru dapat menimbulkan gangguan kesehatan lebih cepat dibandingkan tidak makan,” kata dia
Meski demikian, Dr Tirta mengingatkan bahwa makan sekali sehari bukan berarti asal makan. Komposisi makanan tetap harus diperhatikan agar kebutuhan nutrisi harian terpenuhi.
Menu ideal, menurutnya, harus mengandung karbohidrat sebagai sumber energi, protein untuk memperbaiki jaringan tubuh, lemak dalam porsi cukup, serta serat untuk menjaga sistem pencernaan.
“Kalau cuma makan sekali, pastikan gizinya lengkap. Jangan cuma kenyang,” ujarnya.
Selain itu, asupan air putih sepanjang hari menjadi hal yang tidak boleh diabaikan. Meski tidak makan pagi atau malam, kebutuhan cairan tubuh tetap harus dipenuhi agar fungsi organ berjalan optimal.
Dr Tirta menegaskan, pola makan satu kali sehari dapat dijalani oleh sebagian orang, khususnya dengan aktivitas kantoran yang tidak terlalu berat.
Namun, ia mengingatkan agar setiap orang tetap mengenali kondisi tubuh masing-masing dan tidak memaksakan pola makan yang justru berisiko bagi kesehatan.
Editor: Redaktur TVRINews





