Sungai Banjir Kanal Barat (BKB) Semarang mendadak berubah wajah pada Minggu (11/1). Deretan perahu dayung berwarna-warni memenuhi aliran sungai yang biasanya dipenuhi eceng gondok dan sedimentasi. Hari itu, BKB menjelma lintasan balap yang ramai dan penuh sorak.
Di bawah terik matahari, para peserta dari berbagai kalangan pelajar, mahasiswa, hingga atlet klub dayung tampak tak gentar. Mereka mengayuh sekuat tenaga menyusuri lintasan sepanjang 500 meter, berlomba mencapai garis finis secepat mungkin.
Di ujung perahu, seorang penabuh kendang berdiri memberi aba-aba. Teriakan dan yel-yel dilantangkan tanpa henti, membakar semangat rekan satu tim agar terus melaju. Dari bantaran sungai, sorak sorai penonton menggema, menambah atmosfer kompetisi yang meriah.
Ratusan peserta mengikuti lomba Dragon Boat Racing Mix 500 meter. Selain itu, kategori Stand Up Paddle 200 meter juga digelar di atas aliran Sungai BKB yang kini terlihat lebih bersih dan tertata.
Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kementerian Pekerjaan Umum, Apri Artoto, mengatakan lomba dayung nasional ini memperebutkan Piala Bergilir Menteri Pekerjaan Umum dan diikuti oleh 511 peserta dari berbagai daerah.
“Peserta terjauh dari Jawa Barat, yakni Cimahi, sedangkan Jawa Timur dari Pasuruan,” ujar Apri.
Ia menjelaskan, penyelenggaraan lomba ini merupakan bagian dari komitmen Politeknik PU dalam mendukung pembinaan olahraga dayung nasional.
“Kegiatan ini juga menjadi sarana untuk meningkatkan kualitas pembinaan atlet di lingkungan pendidikan vokasi, sekaligus memperkuat pembinaan olahraga di lingkungan Kementerian PU,” jelasnya.
Sementara Direktur Politeknik PU Semarang, Brawijaya, menambahkan lomba dayung yang berlangsung sejak Sabtu (10/1) hingga Minggu (11/1) merupakan hasil kolaborasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana serta Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (PODSI) tingkat nasional, provinsi, dan Kota Semarang.
“Sinergi antarinstansi ini menunjukkan kolaborasi yang kuat antara institusi pendidikan, pemerintah, dan organisasi olahraga dalam mendorong kemajuan olahraga dayung nasional,” kata Brawijaya.



