jpnn.com, BOGOR - Sebanyak 1.493 pelajar SMA/sederjat dari seluruh Indonesia bersaing di Gen Halal Championship 2025 yang digelar LPH LPPOM di Bogor.
Dari jumlah itu hanya 45 terbaik yang lolos hingga grand final.
BACA JUGA: 1,35 Juta Sertifikat Halal Gratis 2026, Begini Kriterianya
Antusiasme ini menegaskan meningkatnya minat generasi muda terhadap halal sebagai pengetahuan, jaminan kualitas, dan gaya hidup, sekaligus bukti bahwa isu halal kini dipahami lintas daerah dan lintas keyakinan.
Antusiasme masyarakat terhadap program ini menegaskan makin kuatnya minat generasi muda terhadap isu halal.
BACA JUGA: 2026, Pemerintah Gratiskan 1,35 Juta Sertifikat Halal
Para finalis terpilih mewakili 13 provinsi dan 20 kota, serta berasal dari 32 sekolah, dengan Provinsi Riau menjadi penyumbang terbanyak, yakni 14 peserta. Mereka menjalani sesi bootcamp, grand final pada 9–11 Januari 2026 di Camp Hulu Cai, Bogor, Jawa Barat, sebelum malam puncak penghargaan diselenggarakan.
Direktur Utama LPPOM Muti Arintawati mengatakan Gen Halal Championship bukan sekadar ajang perlombaan, melainkan bagian dari misi strategis dalam menanamkan literasi halal sejak dini.
BACA JUGA: KSP Apresiasi BPJPH, Dukung Penguatan Ekosistem Halal untuk Kemandirian Ekonomi Nasional
“Kegiatan ini kami rasa perlu. Karena, meskipun Indonesia negara dengan mayoritas muslim terbesar, halal sudah menjadi kewajiban, tetapi literasi halal belum sebaik yang kita harapkan,” katanya.
Dia menyebutkan ilmu yang cukup tentang halal dapat menjadi penyeimbang.
“Dorongan pelaku usaha untuk mempertahankan kehalalan produknya atau mensertifikasi halal produknya tidak akan hadir jika tidak ada tuntutan dari masyarakat. Dan masyarakat tidak akan melakukannya jika tidak mengetahuinya,” sambung dia.
Muti mengungkapkan bahwa rendahnya pengetahuan masyarakat tentang halal dapat berdampak langsung pada ekosistem industri halal.
Edukasi menjadi kunci agar pelaku usaha memiliki dorongan kuat untuk menjaga kehalalan produk dan memenuhi kebutuhan konsumen. Karena itu, menurutnya, Gen Halal Championship dirancang untuk menyasar pelajar sebagai agen penting perubahan di masa depan.
“Kami menyadari betul literasi halal harus dibina dari generasi muda. Oleh karena itu, kami hidupkan lagi kegiatan ini. Mudah-mudahan kegiatan ini bisa terus dihidupkan di tahun mendatang,” katanya.
Tingginya minat peserta tahun ini juga menunjukkan bahwa kesadaran halal tidak lagi eksklusif milik masyarakat Muslim.
"Judulnya Gen Halal Championship, tetapi yang mendaftar ternyata bukan hanya dari siswa/i muslim, tetapi juga ada siswa/i non-Muslim yang ikut mendaftar. Bahkan, ada yang ikut sampai ke grand final,” kata Muti.
Fenomena ini, lanjutnya, membuktikan bahwa halal telah menjadi standar universal yang dinilai sejalan dengan prinsip keamanan dan kualitas produk.
“Konsumen non-muslim percaya bahwa produk halal itu baik, karena halal harus beriringan dengan thayyib,” katanya.
Program ini mendapat apresiasi dari Majelis Ulama Indonesia (MUI).
Wakil Ketua Umum MUI KH Cholil Nafis menyebut kegiatan ini sebagai langkah penting membangun generasi berdaya saing dan bermoral baik di masa depan.
“Saya atas nama MUI, mengapresiasi kegiatan Gen Halal Championship 2025. Dengan halal kita bisa memperbaiki generasi dan dunia,” ungkapnya.
Dia menekankan bahwa halal mencakup makanan, minuman, sumber kehidupan, dan gaya hidup.
Dukungan juga datang dari pemerintah melalui Staf Ahli Bidang Inovasi Kepemudaan dan Keolahragaan Kemenpora sekaligus Ketua MUI Bidang Fatwa Asrorun Ni'am Sholeh.
Dia menyampaikan bahwa isu halal merupakan salah satu agenda penting bagi generasi masa kini.
“Salah satu isu utama yang strategis adalah isu halal. Begitu kita mampu concern terhadap urusan halal, berarti kita sudah masuk ke separuh urusan agama,” katanya.
Dia mengingatkan bahwa perintah halal dalam Al-Qur’an ditujukan kepada seluruh umat manusia, bukan hanya Muslim.
Sebagai bagian dari rangkaian acara, talkshow bertema “Membangun Ekosistem Halal Indonesia Bersama Generasi Berintegritas” turut digelar bersama Ketua Tenaga Ahli LPPOM sekaligus Dosen IPB University Prof. Khaswar Syamsu, Wakil Sekjen Bidang Fatwa MUI Aminudin Yakub, dan Influencer, Sherly Annavita. (rhs/jpnn)
BACA ARTIKEL LAINNYA... Pemkot Tangsel Mampu Benahi Masalah Sampah, Ancaman Pidana Lingkungan Masih Prematur
Redaktur & Reporter : Rah Mahatma Sakti

