Komputasi Kuantum Jadi Sorotan Utama di CES 2026, Disebut Siap Masuki ‘Momen ChatGPT’-nya Sendiri

pantau.com
10 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Komputasi kuantum mencuri perhatian di ajang Consumer Electronics Show (CES) 2026, tak lagi sekadar teknologi pinggiran, tetapi mulai dipandang sebagai inovasi besar yang segera memasuki fase adopsi luas seperti yang dialami kecerdasan buatan (AI) pasca peluncuran ChatGPT.

Zona CES Foundry di hotel Fontainebleau Las Vegas, tempat digelarnya teknologi mutakhir, dipadati pengunjung yang mengantre untuk melihat langsung sistem kuantum.

Ruang-ruang pameran sistem kuantum bahkan kerap hanya menyisakan tempat berdiri, menandakan lonjakan minat terhadap teknologi ini.

Para eksekutif menyebut bahwa komputasi kuantum sedang menuju titik balik besar — disebut sebagai “momen ChatGPT” — ketika teknologi kompleks mulai digunakan di luar laboratorium dan memasuki dunia nyata.

Komputasi kuantum bekerja berdasarkan prinsip fisika kuantum untuk menyelesaikan persoalan yang tidak dapat ditangani oleh komputer klasik.

Teknologi ini diharapkan akan membawa lompatan besar di bidang seperti penemuan obat, pemodelan keuangan, optimisasi rantai pasok, keamanan siber, dan komputasi canggih lainnya.

"Momentumnya sedang meningkat," ungkap Pouya Dianat, Chief Revenue Officer dari Quantum Computing Inc., yang menyebut perkembangan teknologi kuantum saat ini telah melampaui ekspektasi beberapa tahun lalu.

Pesatnya perkembangan kecerdasan buatan turut mendorong antusiasme terhadap kuantum.

Panelis dalam CES 2026 menilai situasi teknologi saat ini mirip dengan masa awal AI sebelum kemunculan ChatGPT — di mana produk sudah tersedia, tapi dampaknya belum terasa luas.

Ariel Braunstein, Chief Product Officer IonQ, memperingatkan bahwa adopsi teknologi kuantum bisa meningkat sangat cepat, dan perusahaan yang lamban akan tertinggal.

Jean-Francois Bobier dari Boston Consulting Group menambahkan bahwa setelah komputasi kuantum menunjukkan nilai komersialnya secara jelas, masa depannya akan berubah dari tidak pasti menjadi tidak terelakkan.

Joseph S. Broz dari IBM menyebut bahwa kesenjangan antara kemampuan teknologi dan kebutuhan bisnis kini telah menyempit signifikan.

CEO QuSecure, Rebecca Krauthamer, memperkirakan bahwa momen transisi tersebut belum akan terjadi dalam waktu dekat, namun begitu momentum tiba, adopsi akan melonjak.

Pouya Dianat juga menekankan bahwa teknologi kuantum tidak akan bersaing dengan AI, melainkan berkembang bersama melalui aplikasi hibrida yang sudah mulai diterapkan.

CES 2026 sendiri mencatat rekor dalam jumlah partisipasi: lebih dari 4.100 perusahaan memamerkan teknologi mereka di 13 lokasi, sekitar 6.600 jurnalis hadir, dan terdapat lebih dari 3.600 entri untuk penghargaan inovasi serta 400 sesi diskusi dengan 1.300 pembicara.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
KPK tak Lagi Tampilkan Tersangka Kasus Korupsi Saat Konferensi Pers
• 10 jam lalurepublika.co.id
thumb
Politisi Muda Sebut PDIP Bukan Oposisi Tapi Mitra Strategis
• 3 jam lalumerahputih.com
thumb
Persib Tekuk Persija, Bojan Hodak Sebut Laga Seperti Final dengan Atmosfer Luar Biasa
• 46 menit lalutvrinews.com
thumb
Ramalan Keuangan Zodiak Minggu Ini, 12–18 Januari 2026: Libra, Scorpio, Sagitarius, Capricorn, Aquarius, dan Pisces
• 15 jam lalutvonenews.com
thumb
Tren Makan Sekali Sehari, Dr Tirta Soroti Kebutuhan Nutrisi Tubuh
• 12 jam lalutvrinews.com
Berhasil disimpan.