Penulis: Harry Saktiono
TVRINews, Lamongan
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meninjau langsung wilayah terdampak banjir di Desa Laladan, Kecamatan Deket, Kabupaten Lamongan, Sabtu, 10 Januari 2026. Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan penanganan banjir dan penyaluran bantuan kepada warga berjalan optimal.
Dalam kesempatan itu, Gubernur Khofifah didampingi Bupati Lamongan Yuhronur Efendi serta Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur, Restu Novi Widiani turut menyerahkan bantuan kepada masyarakat terdampak banjir.
Gubernur Khofifah menegaskan, kehadirannya di lokasi bertujuan memastikan seluruh proses penanganan darurat dilakukan secara cepat, terkoordinasi, dan tepat sasaran.
Ia juga memastikan warga terdampak mendapatkan bantuan serta pendampingan yang memadai.
“Saya datang langsung ke Desa Laladan untuk memastikan kondisi masyarakat yang terdampak dapat tertangani sebaik mungkin,” ujar Khofifah kutip Minggu, 11 Januari 2026
Selain bantuan sembako dan perlengkapan kebencanaan, Pemerintah Provinsi Jawa Timur juga menyalurkan bantuan nonpangan guna mendukung kebutuhan warga dan petugas di lapangan.
Bantuan tersebut meliputi selimut, sandang, perlengkapan makanan, serta sepatu bot untuk operasional penanganan banjir.
Pada kesempatan yang sama, Gubernur Khofifah mengungkapkan bahwa kondisi cuaca di wilayah Jawa Timur masih berpotensi ekstrem.
Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Juanda, intensitas curah hujan diperkirakan meningkat signifikan pada awal 2026.
“Data BMKG Juanda menunjukkan intensitas hujan pada Desember 2025 berada di kisaran 20 persen. Sementara pada Januari 2026 diperkirakan meningkat hingga 58 persen, sebelum kemudian menurun kembali pada Februari,” jelasnya.
Sejalan dengan prediksi tersebut, Pemprov Jawa Timur telah melakukan langkah mitigasi sejak Desember 2025 melalui Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk menekan risiko bencana hidrometeorologi.
“Operasi Modifikasi Cuaca ini merupakan bagian dari ikhtiar mitigasi untuk mengendalikan curah hujan dan meminimalkan risiko bencana. Upaya ini kami lakukan sebagai ikhtiar lahir yang terus diiringi doa serta kerja lapangan,” ungkap Khofifah.
Berdasarkan data sementara, banjir di Kecamatan Deket merendam empat desa, yakni Weduni, Tukerto, Sidomulyo, dan Laladan. Sebanyak 538 rumah warga terdampak. Hingga saat ini, kondisi dilaporkan stabil, tanpa adanya korban jiwa maupun warga yang harus mengungsi.
Editor: Redaktur TVRINews




