Program Sekolah Rakyat akan diresmikan secara serentak pada Senin (12/1). Peresmian dipusatkan di Sekolah Rakyat Terpadu (SRT) 9 Banjarbaru, Kalimantan Selatan.
Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan akan hadir dalam persemian di SRT 9 Banjarbaru.
Sejumlah persiapan dilakukan SRT 9 yang berada di lingkungan Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS) Kementerian Sosial. Para siswa Sekolah Rakyat dari berbagai daerah turut mempersiapkan penampilan untuk memeriahkan acara.
“Yang naik panggung itu adalah semua siswa Sekolah Rakyat dengan beragam kemampuan,” ujar Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul saat meninjau persiapan di lokasi.
Para siswa akan menampilkan baris-berbaris serta paduan suara. Peserta berasal dari sejumlah daerah, antara lain Nusa Tenggara Timur, Jakarta, Jawa Timur, Makassar, Papua, dan Aceh.
“Mereka mewakili daerah masing-masing. Kami minta bisa memberikan yang terbaik di depan Presiden,” kata Gus Ipul.
Ia menegaskan, penampilan tersebut dirancang untuk menggambarkan kondisi nyata Sekolah Rakyat sebagai program pendidikan alternatif bagi masyarakat kurang mampu.
“Kehadiran Presiden tentu akan disambut dengan tampilan-tampilan yang menggambarkan keadaan sesungguhnya dari Sekolah Rakyat,” lanjutnya.
Gus Ipul menjelaskan, Sekolah Rakyat merupakan gagasan Presiden Prabowo Subianto untuk memutus mata rantai kemiskinan melalui akses pendidikan bagi keluarga yang masuk dalam desil 1 dan 2.
“Program ini menjangkau keluarga yang terpinggirkan, prasejahtera, kurang mampu, termasuk yang dalam statistik masuk kategori miskin dan miskin ekstrem,” jelasnya.
Saat ini, Sekolah Rakyat telah beroperasi di 166 titik di berbagai daerah. Menurut Gus Ipul, pelaksanaannya berjalan bertahap sejak pertengahan 2024.
“Ada yang sudah berjalan enam bulan, ada juga empat bulan, tiga bulan, dimulai dari Juli, Agustus, September hingga awal Oktober. Dan sejauh ini, 166 titik tersebut berjalan dengan baik,” pungkasnya.




