Profil Dwi Budi Iswahyu Kepala KPP Madya Jakut yang Terima Suap Pajak

kumparan.com
10 jam lalu
Cover Berita

KPK menetapkan Kepala KPP Madya Jakarta Utara, Dwi Budi Iswahyu, sebagai tersangka suap pengurangan nilai pajak perusahaan tambang.

Nama Dwi Budi Iswahyu (DWB) mendadak menjadi sorotan publik. Pejabat karier di Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan ini terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait dugaan suap di lingkungan Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Madya Jakarta Utara.

Dwi Budi merupakan salah satu pejabat yang belum lama ini mendapat promosi. Ia dilantik langsung oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati pada 20 Juni 2025.

Saat itu, ia dilantik bersama 202 pejabat baru lainnya yang terdiri dari 175 pejabat eselon III dan 27 pejabat eselon IV di lingkungan DJP.

Sebelum menjabat sebagai Kepala KPP Madya Jakarta Utara, Dwi Budi tercatat menduduki posisi sebagai Kepala KPP Madya Bogor.

Berdasarkan data Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) tahun 2024, ia tercatat memiliki total kekayaan senilai Rp 4,8 miliar.

Komponen terbesar dalam hartanya berupa aset tanah dan bangunan yang mencapai nilai Rp 4.745.689.667.

Dalam perkara ini, Dwi Budi tidak sendiri. Ia ditetapkan sebagai tersangka bersama dua anak buahnya, yakni Agus Syaifudin dan Askob Bahtiar.

Ketiganya diduga terlibat dalam praktik suap terkait pengurangan nilai pajak PT WP, sebuah perusahaan tambang yang berkantor di Jakarta Utara.

Sekilas Tentang Kasus Suap di KPP Madya Jakarta Utara

Kasus yang menjerat Dwi Budi bermula dari pelaporan Pajak Bumi Bangunan (PBB) periode 2023 oleh PT WP, sebuah perusahaan tambang di Jakarta Utara, pada September 2025. Tim pemeriksa KPP Madya Jakut awalnya menemukan potensi kekurangan bayar sebesar Rp 75 miliar.

Direktur Penyidikan KPK, Asep Guntur Rahayu, membeberkan bagaimana proses "tawar-menawar" pajak itu terjadi.

"Jadi ini sudah dibayar, tapi dicek ulang ada potensi kekurangan bayar. Setelah dihitung tim pemeriksa KPP Madya Jakut, PT WP ini kurang bayar Rp 75 miliar," kata Asep dalam konferensi pers.

Pihak PT WP menyanggah angka tersebut hingga muncul celah rasuah. Pejabat KPP Jakut menawarkan skema pembayaran 'all in' dengan nominal yang jauh lebih kecil.

"Jadi rekan-rekan sekalian dari Rp 75 miliar ini disampaikan di awal, kurang bayar Rp 75 miliar, kemudian disanggah turun lagi, dan terus seperti itu sampai terakhir Rp 15 miliar. Jadi Rp 75 miliar jadi Rp 15 miliar, jadi ada bargaining turun Rp 60 miliar," papar Asep.

Sebagai imbalan atas diskon pajak sebesar Rp 60 miliar tersebut, oknum pajak meminta jatah pribadi. Awalnya diminta Rp 8 miliar, namun setelah negosiasi, disepakati angka Rp 4 miliar.

"Ya sudah, anda PT WP bayar sebesar Rp 23 miliar. Ini dibagi Rp 15 miliar untuk kekurangan pajak, dan dia juga oknum ini minta fee Rp 8 miliar," ungkap Asep.

Namun karena PT WP tidak sanggup, Asep melanjutkan, "hanya Rp 4 miliar."

Untuk menutupi jejak, uang suap itu disamarkan melalui kontrak fiktif dengan perusahaan konsultan pajak PT NBK milik tersangka ABD.

Dalam OTT tersebut, KPK mengamankan sejumlah barang bukti berupa uang tunai Rp 793 juta, uang tunai SGD 165 ribu atau setara Rp 2,16 miliar, serta logam mulia seberat 1,3 kilogram senilai Rp 3,42 miliar.

Asep juga mengungkap adanya tambahan barang bukti yang diduga berasal dari praktik serupa dengan wajib pajak lainnya.

“Kemudian diakui para terduga itu juga diperoleh dari hal yang sama. hal yang sama tapi dari tempat lain. Tidak hanya PT WP saja, tapi dari beberapa wajib pajak lainnya, sehingga itu juga bagian dari tindak pidana lain,” ucap Asep.

Dwi Budi Iswahyu bersama anak buahnya kini ditahan di Rutan Cabang Gedung Merah Putih KPK hingga 30 Januari 2026. Ia disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau b atau Pasal 12B UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
8 Cara Mengatur Rencana untuk Menjalani Hidup di Tahun Kuda Api 2026
• 3 jam lalubeautynesia.id
thumb
Viral Penumpang BMW Berpelat Dinas Merokok di Dalam Mobil, Kemenhan Buka Suara
• 3 jam lalukompas.com
thumb
Tim Tenis Kursi Roda Indonesia Fokus Matangkan Strategi Jelang ASEAN Para Games 2025 di Thailand
• 7 jam lalupantau.com
thumb
Kejar Target Produksi Gabah, Pemkab Cianjur Mutakhirkan Data Lahan Sawah
• 20 menit lalumediaindonesia.com
thumb
Catatan Dahlan Iskan: Carter 747
• 21 jam lalugenpi.co
Berhasil disimpan.