Belajar Kimia Tak Lagi Biasa, IFP Program Prabowo Hidupkan Mimpi Anak Sleman

kumparan.com
12 jam lalu
Cover Berita

Inovasi pembelajaran digital mulai memberikan warna baru di ruang kelas. Papan Interaktif Digital (PID) atau Interaktif Flat Panel (IFP), yang merupakan bagian dari program Presiden Prabowo Subianto melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, kini mulai dioptimalkan. Salah satunya dalam pembelajaran Kimia bagi siswa kelas XI SMA Negeri 1 Seyegan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Pemanfaatan PID ini menunjukkan bagaimana transformasi pendidikan berbasis teknologi tidak hanya meningkatkan pemahaman akademik, tetapi juga membuka ruang refleksi bagi siswa untuk merancang masa depan. Dari ruang kelas di Sleman, teknologi digital menjadi jembatan antara sains, pembentukan karakter, dan cita-cita generasi muda Indonesia.

Antusiasme penggunaan teknologi tersebut terekam dalam unggahan Instagram Yuli Nestiyarum, seorang guru Kimia di sekolah tersebut. Ia memperlihatkan keceriaan para siswa kelas XI F1 saat mengikuti pertemuan pertama pembelajaran Kimia yang dirancang dalam tiga tahap interaktif.

“Tahap pertama adalah peninjauan ulang (review) materi konfigurasi elektron. Pada tahap ini, murid secara kolaboratif mengisi konfigurasi elektron menggunakan aturan subkulit dengan memanfaatkan fitur Lab Maya di Ruang Murid pada Rumah Pendidikan,” tulis Yuli.

Memasuki tahap kedua, pembelajaran tidak hanya berfokus pada konsep sains murni, tetapi juga dikaitkan dengan isu global yang relevan.

“Tahap kedua, murid diajak mengenal berbagai perubahan iklim global, salah satunya adalah pemanasan global (global warming). Materi ini diambil dari gim edukasi pada Ruang Murid di Rumah Pendidikan,” sambungnya.

Melalui pendekatan tersebut, siswa diajak memahami sains secara kontekstual. Yuli berharap metode ini mampu menumbuhkan kesadaran lingkungan sejak dini.

“Harapannya, mereka akan lebih peduli terhadap kelestarian alam demi kehidupan yang lebih baik di masa depan,” ungkapnya.

Tahap ketiga menjadi momen yang paling personal, yakni refleksi diri. Menggunakan Papan Interaktif Digital, para siswa tampak sangat antusias bergantian mengekspresikan kreativitas mereka pada perangkat tersebut.

“Tahap ketiga adalah refleksi. Semua murid merefleksikan diri dengan tema ‘Aku Ingin Menjadi...’ langsung di Papan Interaktif Digital,” paparnya.

Menurut Yuli, refleksi tersebut menjadi pemantik semangat agar siswa lebih serius menata masa depan.

“Refleksi ini mendorong murid untuk mengikuti pembelajaran dengan sungguh-sungguh demi mewujudkan cita-cita mereka. Tetap semangat anak-anakku, never stop learning, friends,” pungkasnya.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Kronologi Dugaan Suap Pegawai Pajak KPP Madya Jakarta Utara Berujung OTT KPK
• 17 jam lalukompas.tv
thumb
Asing Lepas Saham Konglo Ini, Bakrie hingga Salim Masuk Daftar Jual
• 16 jam laluidxchannel.com
thumb
Alasan KPK Tak Menahan Gus Yaqut yang Jadi Tersangka Kasus Korupsi Haji
• 18 jam laludisway.id
thumb
Kemensos Siapkan Rp2 T untuk Bansos Pascabencana Sumatera, Rp600 M Siap Cair
• 10 jam lalukompas.tv
thumb
Pramono Anung Bongkar Tiang Monorel Rasuna Said: Biar Bang Yos Tidur Nyenyak
• 13 jam lalumerahputih.com
Berhasil disimpan.