Gerak Cepat Rehabilitasi Bencana Sumatra, Pemerintah Buka Posko Terpadu di Aceh Fokus Segerakan Pendirian Hunian Layak

merahputih.com
7 jam lalu
Cover Berita

MERAHPUTIH.COM — PEMULIHAN setelah bencana Sumatra kian digencarkan. Pemerintah pusat, melalui Satuan Tugas (Satgas) Nasional Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana, secara resmi akan membuka Posko Induk di Banda Aceh. Aceh dipilih sebagai lokasi posko utama karena Aceh sebagai wilayah terdampak paling parah dalam bencana yang melanda Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.

Pembentukan Satgas Nasional tersebut menindaklanjuti arahan langsung Presiden Prabowo Subianto sebagai langkah percepatan pemulihan wilayah terdampak. Presiden menunjuk Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian sebagai Ketua Satgas, didampingi Wakil Ketua Satgas Richard Tampubolon, serta dewan pengarah yang diketuai Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK).

Sejalan dengan pembukaan posko, Tito Karnavian memimpin rapat perdana Satgas Nasional secara hybrid pada Kamis (8/1) bersama Menko PMK, Menteri PU, Seskab dan Wakil Ketua Satgas, Dirjen Bina Adwil Kemendagri, serta para sekjen kementerian/lembaga terkait. Rapat tersebut menjadi langkah awal penguatan koordinasi lintas sektor dalam percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana.

Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kemendagri Safrizal ZA menegaskan pihaknya telah menerapkan standby force dan pendampingan intensif di wilayah Sumatra sejak awal masa tanggap darurat. "Kehadiran Posko Induk di Banda Aceh diharapkan menjadi pusat kendali terpadu untuk memastikan seluruh tahapan pemulihan berjalan terarah, terkoordinasi, dan tepat sasaran," ujar Safrizal yang sudah ditugasi Mendagri di Aceh dan Sumut sejak 27 November 2025 hingga kini.

Baca juga:

Prabowo Bentuk Satgas Percepatan Rehabilitasi Pascabencana Sumatra, Tito Karnavian Jadi Ketua



Sebelumnya Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menjelaskan penunjukan Menteri Dalam Negeri sebagai Ketua Satgas didasarkan pada luasnya wilayah terdampak yang mencakup tiga provinsi. Dalam kapasitasnya sebagai Mendagri, koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah dinilai dapat dilakukan secara lebih efektif dan menyeluruh.

Pemerintah menegaskan satgas akan bekerja secepat-cepatnya sesuai tahapan yang telah ditetapkan. Prioritas utama difokuskan pada percepatan pembangunan hunian layak bagi masyarakat terdampak yang saat ini masih berada di pengungsian, disertai penanganan rumah rusak ringan dan sedang melalui skema kompensasi agar warga dapat segera kembali ke tempat tinggal masing-masing.

"Selain yang sifatnya fisik, posko induk diharapkan menjadi kanal utama untuk komunikasi publik, terutama kemajuan-kemajuan atas kerja yang telah dilakukan pemerintah dengan melibatkan secara masif rekan-rekan media baik nasional maupun lokal, termasuk optimalisasi ruang sosial media,” pungkas Safrizal.(*)

Baca juga:

DPR Dukung Program Skala Besar Normalisasi Sungai Terdampak Bencana Sumatra


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Lemkapi Nilai KUHAP Baru Tak Buat Polri Superpower, Justru Penyidik Makin Diawasi
• 4 jam laluokezone.com
thumb
Kongkalikong Pejabat Pajak Jakut-Perusahaan, Uang Negara Raib Puluhan Miliar
• 18 jam laluliputan6.com
thumb
KPK Tahan 5 Tersangka Suap Pemeriksaan Pajak di Jakut
• 22 jam lalukompas.com
thumb
Menlu RI dan Presiden Erdogan Bahas Penguatan Kerja Sama Ekonomi
• 23 jam lalurepublika.co.id
thumb
Pemain Keturunan Indonesia Bawa Fenerbahce Juara Piala Super Turki 2025
• 17 jam laluviva.co.id
Berhasil disimpan.