Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengungkapkan rencana untuk memperluas akses pendidikan bagi keluarga prasejahtera yakni dengan Program Sekolah Rakyat.
Gus Ipul menyatakan pembangunan fisik ini akan dimulai dengan 104 titik lokasi yang dirancang untuk menampung siswa dari berbagai jenjang pendidikan.
"Besok juga akan diluncurkan pembangunan 104 titik gedung permanen Sekolah Rakyat, yang ini bisa menampung 1.000 siswa dari SD, SMP, dan SMA. Ini nanti akan tahun ini sudah dibangun, mulai dibangun 100 titik," ungkap Gus Ipul saat meninjau persiapan peresmian Sekolah Rakyat di Sekolah Rakyat Terpadu (SRT) 9 Banjarbaru, Kalimantan Selatan pada Minggu (11/1).
Gus Ipul mengatakan, program yang digagas oleh Presiden Prabowo Subianto ini dibangun secara bertahap. Diharapkan bisa menjangkau lebih banyak anak-anak dari keluarga tidak mampu yang berasal dari desil 1 dan 2.
Saat ini, sudah ada 166 Sekolah Rakyat yang beroperasi. Gus Ipul berharap menampung lebih banyak peserta didik sebagai upaya pengentasan rantai kemiskinan melalui pendidikan yang baik.
"Kalau 100 titik lagi terbangun ya, Pak Wamen, akan ada 200 lebih gedung Sekolah Rakyat, gedung permanen Sekolah Rakyat. Kalau itu bisa diwujudkan, tidak ada halangan, lancar, maka 2026-2027, 2027-2028 itu sudah mungkin lebih 100.000 siswa Sekolah Rakyat," jelasnya.
"Tahun depan ini kita targetkan ya kalau gedungnya semua lancar, kita bisa menerima siswa 30.000. Asumsinya setiap satu gedung permanen menerima 300 siswa; 100 SD, 100 SMP, dan 100 SMA," tambahnya.




