Bisnis.com, JAKARTA — Iran memberikan ultimatum kepada Amerika Serikat terkait ancaman serangan terhadap wilayah Iran.
Dilansir dari Reuters Minggu (11/1/2026), Teheran mengancam akan melakukan pembalasan terhadap pangkalan militer Amerika Serikat (AS) dan Israel yang kini berada dalam status siaga tinggi.
Iran menyatakan siap menempuh langkah tersebut apabila Presiden Amerika Serikat Donald Trump melaksanakan ancamannya untuk menyerang Iran guna melindungi para pengunjuk rasa.
“Biarlah jelas: jika terjadi serangan terhadap Iran, wilayah pendudukan [Israel], serta seluruh pangkalan dan kapal Amerika Serikat akan menjadi target sah kami,” ujar Ketua Parlemen Iran Mohammad Baqer Qalibaf dalam pidato, Minggu (11/1/2026).
Sebagaimana diketahui, gelombang demonstrasi terjadi di Iran sejak 28 Desember 2025 sebagai respons melonjaknya harga-harga. Protes tersebut berkembang menjadi penentangan terhadap para penguasa ulama yang telah memerintah sejak Revolusi Islam 1979.
Sementara itu, pihak berwenang menuduh Amerika Serikat dan Israel menghasut kerusuhan. Kepala Kepolisian Iran, Ahmad-Reza Radan, mengatakan bahwa aparat keamanan telah meningkatkan upaya untuk menghadapi para “perusuh”.
Baca Juga
- Iran Memanas, Bentrokan Pecah, Internet Putus Total, Khamenei Tolak Mundur
- AS Sita Kapal Minyak Berbendera Rusia di Perairan Atlantik Utara, Dibantu Militer Inggris
- Donald Trump: Iran Ingin Merdeka, AS Siap Bantu
Adapun, kelompok hak asasi manusia yang berbasis di Amerika Serikat, HRANA, melaporkan jumlah korban tewas mencapai 116 orang, sebagian besar adalah demonstran, namun juga termasuk 37 anggota pasukan keamanan. Namun, akibat pemadaman internet, gambaran lengkap mengenai situasi tersebut masih belum jelas.
Sementara itu, Trump melalui unggahan sosial media pada Sabtu (10/1/2026) waktu setempat menyatakan Iran tengah melihat kemerdekaan. Pihaknya menyatakan siap membantu proses tersebut.
Komentar tersebut muncul sehari setelah Trump mengatakan bahwa Iran berada dalam masalah besar. Presiden AS itu menyebut dapat memerintahkan serangan militer terhadap rezim tersebut.
Pemerintah telah mengadakan diskusi pendahuluan tentang potensi serangan militer terhadap Iran, sementara tentara Iran pada hari Sabtu bersumpah untuk bergabung dengan polisi dan pasukan paramiliter negara itu dalam penindakan terhadap para demonstran.
Diskusi di dalam pemerintahan Trump dilaporkan mencakup kemungkinan serangan terhadap Iran jika Trump menindaklanjuti peringatannya untuk melakukan intervensi.

:strip_icc()/kly-media-production/medias/5461718/original/089739600_1767433302-WhatsApp_Image_2026-01-03_at_15.59.48.jpeg)

