Pemkot Jaktim Kebut Angkut Sampah Pasar Induk Kramat Jati, Target 2.000 Ton

metrotvnews.com
5 jam lalu
Cover Berita

Jakarta: Pemerintah Kota Jakarta Timur terus mempercepat pengangkutan tumpukan sampah di Pasar Induk Kramat Jati, Minggu, 11 Januari 2026. Memasuki hari keempat penanganan, puluhan armada dikerahkan untuk mengangkut sampah lama yang selama ini dikeluhkan warga sekitar pasar.

Pengangkutan dilakukan secara kolaboratif oleh Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Timur, Satuan Pelaksana Lingkungan Hidup Kecamatan Kramat Jati, Unit Pengelola Sampah Badan Air, serta didukung bantuan armada dari Sudin Kepulauan Seribu. Total sebanyak 48 armada diterjunkan untuk mempercepat pengurangan timbunan sampah di kawasan tersebut.

Kepala Satpel Lingkungan Hidup Kecamatan Kramat Jati, Dwi Firmansyah, mengatakan tinggi timbunan sampah kini sudah jauh berkurang dibandingkan hari-hari sebelumnya.

“Tingginya sekitar dua meter dan sampah-sampah lama sudah mulai tereduksi. Dengan kondisi ini, ke depan diharapkan bau tidak lagi menyengat,” ujarnya.
 

Baca Juga :

Atasi Bau, 1.300 Ton Sampah Pasar Induk Kramat Jati Diangkut

Hingga hari keempat penanganan, sekitar 1.300 ton sampah berhasil diangkut dengan total 78 ritasi menggunakan berbagai jenis kendaraan. Armada terus didorong untuk melakukan pengangkutan ganda guna mempercepat penyelesaian.

Dwi menjelaskan, pihaknya menargetkan setiap armada dapat melakukan dua ritasi per hari agar pengangkutan sampah lama yang menjadi sumber bau dapat segera dituntaskan. Dengan skema tersebut, volume sampah yang diangkut diproyeksikan mencapai 1.800 hingga 2.000 ton dalam waktu singkat.


Tumpukan sampah di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur. Foto: ANTARA/Siti Nurhaliza.


Selain mengurangi volume, pengangkutan sampah lama dinilai krusial untuk menekan bau tidak sedap di lingkungan pasar dan sekitarnya. Saat ini, kondisi timbunan disebut semakin terkendali seiring optimalisasi armada.

Tumpukan sampah di Pasar Induk Kramat Jati sebelumnya menjadi perhatian setelah adanya aduan masyarakat terkait bau menyengat dan lingkungan yang tidak nyaman. Penumpukan terjadi akibat peningkatan volume sampah, terutama pada musim buah dan sayur.

Selain faktor musiman, keterlambatan operasional armada akibat perbaikan kendaraan sempat memengaruhi kelancaran pengangkutan. Pemerintah daerah kini memfokuskan penanganan pada pengangkutan sampah lama agar aktivitas pasar kembali kondusif.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Juventus Berminat Bawa Pulang Duet Sehati Jay Idzes, CEO Sassuolo Tegaskan Lagi Status Tarik Muharemovic
• 15 jam lalutvonenews.com
thumb
Terungkap Modus Suap di KPP Jakut, Sunat Pajak 80 Persen, Minta Fee Rp8 Miliar
• 18 jam laluviva.co.id
thumb
Banjir di Lombok Barat Rendam 2 Desa, 251 KK Terdampak
• 5 jam lalutvrinews.com
thumb
Prabowo Bakal Hadiri Peluncuran Sekolah Rakyat di Banjarbaru Besok
• 13 jam lalukompas.com
thumb
Polisi Tangkap Pemuda yang Aniaya Kakek-Kakek 62 Tahun di Bandung Hingga Tewas
• 19 jam lalurepublika.co.id
Berhasil disimpan.