IHSG Hari Ini Berpotensi Konsolidasi Menguat Terdorong Data Ekonomi AS dan Domestik

idxchannel.com
3 jam lalu
Cover Berita

IHSG pada awal pekan ini diproyeksi menguat. Hal itu ditopang oleh sentimen positif terkait data ekonomi Indonesia dan AS.

IHSG Hari Ini Berpotensi Konsolidasi Menguat Terdorong Data Ekonomi AS dan Domestik. (Foto: iNews Media Group)

IDXChannel – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada awal pekan ini diproyeksi menguat. Hal itu ditopang oleh sentimen positif terkait data ekonomi Indonesia dan Amerika Serikat (AS).

Pengamat pasar modal sekaligus Co-Founder Pasardana Hans Kwee mengatakan IHSG pada Senin (12/1/2026) berpotensi konsolidasi menguat dengan support di level 8.900-8,732 dan resistance di level 9,002-9,050.

Baca Juga:
IHSG Diprediksi Kembali Menguat di Sesi Pembukaan Besok

Sentimen yang memengaruhi gerak IHSG berasal AS di mana rotasi sektor mulai terlihat di Wall Street. Investor memilih saham AI pemenang dan melepas saham-saham pecundang.

Selain itu saham yang memiliki value lebih diminati dibanding growth serta saham small caps. “Tampaknya investor mulai rasional dan memilih saham yang sudah dapat monetisasi potensinya,” kata Hans kepada IDX Channel, Minggu (11/1/2026).

Baca Juga:
IHSG Pekan Depan Berpeluang Melaju ke 9.000, Simak Analisa 4 Saham Berikut

Selain itu, data nonfarm payrolls yang lebih rendah dari perkiraan, tetapi angka Pengangguran AS turun membuat potensi pemotongan bunga tetap diperkirakan 2 kali. Meskipun pada Januari ini, the Fed berpotensi mempertahankan bunganya.

Faktor lainnya yaitu tensi geopolitik masih tetap tinggi mulai dari demonstrasi di Iran, perang Rusia Ukraina, dan penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro. “Semua isu ini mempengaruhi sentimen pasar saham dan juga meningkatkan Volatilitas harga minyak dunia., “ kata dia.

Baca Juga:
OJK Sebut IHSG Bisa Tembus Level 10.000 di 2026, Ini Syaratnya

Dari dalam negeri, perekonomian Indonesia di penutup  2025 tetap resilien, didukung aktivitas manufaktur yang masih ekspansif, inflasi yang terkendali, serta neraca perdagangan yang terus mencatatkan surplus.

Faktor-faktor tersebut mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih kuat di tahun 2026 dan menjadi sentimen positif untuk bursa saham. “Pekan depan pelaku pasar menantikan data inflasi level konsumen dan produsen, penjualan ritel dari AS,” ujarnya.

(Febrina Ratna Iskana)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
261 Murid Diduga Keracunan MBG di Mojokerto, 121 Masih Dirawat
• 17 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Antisipasi Risiko Perluasan, Tanah Ambles di Panggang Gunungkidul Segera Diuji Geolistrik
• 16 jam lalusuara.com
thumb
Grok AI Diblokir di Inggris, Elon Musk Buka Suara
• 19 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Kemenag: Amali Perkuat Jejaring Ma’had Aly Secara Nasional
• 17 jam lalurctiplus.com
thumb
DJP Minta Maaf Imbas Pegawai Pajak Terjaring OTT KPK
• 15 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.