Puluhan Armada Kerja Ekstra Angkut Sampah dari Pasar Induk Kramat Jati

metrotvnews.com
17 jam lalu
Cover Berita

Jakarta: Pemerintah Kota Jakarta Timur terus mempercepat pengangkutan tumpukan sampah di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, Minggu 11 Januari 2026. Pada hari keempat penanganan, puluhan armada dikerahkan untuk memaksimalkan pengangkutan sampah lama yang selama ini dikeluhkan warga sekitar.

Pengangkutan dilakukan secara kolaboratif oleh Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Timur, Satpel Lingkungan Hidup Kecamatan Kramat Jati, Unit Pengelola Sampah Badan Air, serta mendapat bantuan tambahan dari Sudin Kepulauan Seribu. Total 48 armada diterjunkan untuk mempercepat pengurangan timbunan sampah di kawasan pasar induk tersebut.

“Sekitaran tingginya paling sekitar 2 meteran dan sampah-sampah lama sudah reduksi dengan begini nanti insya Allah kedepannya tidak terlalu bau lagi.” Ungkap Dwi Firmansyah selaku Kasatpel Dinas Lingkungan Hidup Kecamatan Kramat Jati yang bertugas pada Minggu, 11 Januari 2026.

Baca Juga :

Pramono Minta Pasar Jaya Selesaikan Persoalan Sampah Menggunung di Pasar Induk Kramat Jati
Hingga hari keempat penanganan, ribuan ton sampah berhasil diangkut dengan puluhan ritasi. Upaya tersebut terus dimaksimalkan dengan mendorong armada melakukan pengangkutan ganda agar target penyelesaian dapat tercapai lebih cepat.

“Sampai saat ini sudah masuknya hari keempat, mulai dari kamis Jumat Sabtu Minggu, alhamdulillah sudah bisa terangkut sekitar 1.300 ton dengan total ritasi sekitar 78 ritasi dengan berbagai macam jenis kendaraan,” tambahnya. 
Angkut sampah secepatnya
Kasatpel Dinas Lingkungan Hidup Kecamatan Kramat Jati, Dwi Firmansyah menjelaskan, pihaknya menargetkan armada dapat melakukan dua ritasi dalam satu hari untuk mengejar penyelesaian sampah lama yang menjadi sumber bau. Dengan jumlah armada yang cukup, pengangkutan diharapkan bisa mencapai 1.800 hingga 2.000 ton dalam waktu singkat.

Selain mengurangi volume, pengangkutan sampah lama dinilai penting untuk menekan bau tidak sedap di lingkungan pasar. Saat ini, tinggi timbunan sampah yang tersisa disebut sudah jauh berkurang dibanding hari-hari sebelumnya.

Tumpukan sampah di Pasar Induk Kramat Jati menjadi perhatian setelah adanya aduan masyarakat terkait bau menyengat dan kondisi lingkungan yang tidak nyaman. Penumpukan terjadi akibat peningkatan volume sampah, terutama pada periode musim buah dan sayur.

Selain faktor musiman, keterlambatan operasional armada akibat perbaikan kendaraan juga sempat memengaruhi kelancaran pengangkutan. Pemerintah daerah kini memfokuskan penanganan pada pengangkutan sampah lama agar aktivitas pasar kembali kondusif. Metro TV/Cony Brilliana


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Langit Teheran Menyala Merah: Malam Paling Berbahaya bagi Rezim Khamenei
• 12 jam laluerabaru.net
thumb
PKL dan Bajaj Ngetem Bikin Macet Depan RSCM, Satpol PP Atur Strategi
• 19 jam lalukompas.com
thumb
Kereta Mewah Makin Digemari, Suite Class Tumbuh Hampir 50 Persen
• 18 jam lalurepublika.co.id
thumb
JPO Sarinah Ditargetkan Rampung Akhir Februari, Bakal Ada Lift
• 15 jam laludetik.com
thumb
Liverpool Tertawa saat Crystal Palace Tetapkan Harga Transfer Baru untuk Guehi, Manchester City Terpaksa Mundur
• 2 jam laluharianfajar
Berhasil disimpan.