Apakah Kematian Seorang Siswi SMP di Henan, Tiongkok  terkait dengan Perdagangan Organ? Laporan Resmi Pemerintah Justru Memicu Meluasnya Keraguan Publik 

erabaru.net
1 jam lalu
Cover Berita

Pada 8 Januari, seorang siswa SMA di Kabupaten Xincai, Provinsi Henan, Tiongkok, meninggal dunia di dalam area sekolah. Pihak berwenang menyatakan bahwa kasus pidana telah dikesampingkan. Namun, adanya bekas tusukan jarum di dada siswa serta darah yang mengalir dari sudut mulut menimbulkan kecurigaan luas. 

Sejumlah netizen yang mengaku sebagai profesional medis menganalisis bahwa siswa tersebut kemungkinan menjadi korban pengambilan organ. Bahkan,  tindakan pihak sekolah yang tergesa-gesa memindahkan jenazah sebelum orangtua tiba diduga berkaitan dengan hal tersebut.

EtIndonesia. Pada 9 Januari 2026, Biro Pendidikan Kabupaten Xincai, Henan, Tiongkok mengeluarkan pernyataan situasi yang menyebutkan bahwa pada 8 Januari terjadi insiden kematian seorang siswa di Sekolah Jinshi Qinghuayuan, Kabupaten Xincai. Setelah diselidiki oleh aparat kepolisian, “kasus pidana telah dikesampingkan”.

Namun, pernyataan tersebut tidak memberikan penjelasan mengenai pemindahan jenazah lebih awal maupun temuan “bekas tusukan jarum di dada dan darah di sudut mulut” pada tubuh siswa.

Pernyataan resmi ini memicu keraguan luas dari warganet. Banyak yang mempertanyakan:
“Ada lubang di dada, darah keluar dari mulut, ambulans hendak membawa jenazah sebelum keluarga tiba, tapi disebut kecelakaan—kalian percaya?”
“Sampai sekarang tidak ada pengumuman dari kepolisian, hanya dari biro pendidikan. Sejak kapan biro pendidikan punya kewenangan mengumumkan kasus pidana?”
“Tidak membuka rekaman CCTV sudah menjelaskan segalanya.”
“Apakah kalian menganggap kami bodoh?”

(Tangkapan layar internet)

Sebagian warganet merangkum berbagai kejanggalan dan mengajukan pertanyaan berikut:
“Kejanggalan pertama: apa penyebab cairan darah yang keluar dari mulut?
Kejanggalan kedua: bagaimana bekas tusukan jarum di dada kiri bisa terjadi?
Kejanggalan ketiga: jika siswa mengalami masalah, mengapa orang tua tidak segera diberi tahu?

 Kejanggalan keempat: jika ini kecelakaan, mengapa setelah anak meninggal tidak menunggu orang tua untuk mengidentifikasi jenazah, melainkan tergesa-gesa menangani jenazah secara diam-diam (apa yang ditakuti?)
Kejanggalan kelima: saat pemindahan jenazah dihalangi orang, mengapa berbohong dengan mengatakan tidak ada orang di dalam kendaraan? Apa yang sebenarnya ditutupi? Apa yang ditakuti?”

Seorang warganet yang mengaku sebagai profesional menulis bahwa bekas tusukan jarum di dada dan darah di sudut mulut anak tersebut merupakan akibat dari pengambilan darah dari jantung. Tusukan jarum digunakan untuk menyuntikkan obat, yang menurutnya merupakan cairan klinis untuk pengawetan organ, dengan tujuan “mempertahankan viabilitas organ di luar tubuh”.

(Tangkapan layar internet)

Ada pula warganet lain yang mengatakan:
“Sekadar menjelaskan, ini adalah pengambilan darah dari jantung. Setelah jarum ditusukkan, darah seharusnya diambil perlahan. Jika diambil terlalu cepat, jantung akan kosong, lalu terjadi gagal jantung akut, diikuti edema paru akut. Setelah edema paru akut, busa darah berwarna merah muda akan keluar dari mulut. Semua yang belajar kedokteran pasti paham.”

Seorang warganet lokal dari Xincai mengungkapkan bahwa kejadian serupa bukan pertama kalinya terjadi di sekolah tersebut, dan sebelumnya juga pernah ada kasus serupa. Menurut video yang beredar di internet, insiden ini memicu protes besar dari warga setempat, dan pihak berwenang mengerahkan sejumlah besar polisi bersenjata untuk menjaga stabilitas.

Warganet setempat mengatakan bahwa pada sore hari 9 Januari, jalan tol di wilayah tersebut telah ditutup.

“Saya orang Xincai. Ini bukan pertama kalinya sekolah ini mengalami masalah. Sore hari siswa dipulangkan dengan bus, dan sekarang jalan tol sudah ditutup.”
“Kekuatan mereka besar, sampai jalan tol pun ditutup.”

(Tangkapan layar internet)

Menurut laporan sebelumnya, pada 8 Januari pagi, seorang siswa SMA berusia 14 tahun di Sekolah Menengah Atas Jinshi Qinghuayuan, Kabupaten Xincai, Henan, meninggal dunia di lingkungan sekolah. Pihak sekolah diduga berupaya memindahkan jenazah siswa dengan ambulans tanpa memberi tahu orang tua. Kendaraan tersebut kemudian dihalangi oleh pihak keluarga menggunakan truk di gerbang sekolah.

Laporan gabungan oleh reporter Li Li /Xu Gengwen – NTDTV.com


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Menkum Gelar Diskusi dengan Pemred Media Nasional, Bahas KUHP dan KUHAP hingga Posbankum
• 21 jam lalukompas.tv
thumb
Apa Kriteria Pemimpin Ideal? Ini Temuan Lengkap Riset KedaiKOPI
• 12 jam lalufajar.co.id
thumb
Presiden Prabowo Dijadwalkan Resmikan Sekolah Rakyat di Banjarbaru Besok
• 17 jam lalutvrinews.com
thumb
Viral Video Zulkifli Hasan Sebut Pohon Bukan Penentu Kemajuan Negara
• 34 menit laluviva.co.id
thumb
Belajar Kimia Tak Lagi Biasa, IFP Program Prabowo Hidupkan Mimpi Anak Sleman
• 18 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.