Pantau - Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani memastikan kesiapan gudang sewa berkapasitas dua juta ton beras untuk menghadapi panen raya 2026 guna mendukung penyerapan hasil panen secara optimal.
Kesiapan gudang sewa tersebut dipastikan melalui proses verifikasi kelayakan dan keamanan sebelum digunakan.
Verifikasi dilakukan agar gudang yang disewa mampu mendukung penyerapan beras dalam jumlah besar secara aman dan sesuai standar.
Ahmad Rizal Ramdhani menjelaskan bahwa setiap gudang yang akan disewa harus melalui tahapan survei ketat.
Survei tersebut mencakup pengukuran kekuatan lantai gudang untuk memastikan mampu menahan beban beras dalam jumlah besar.
Ahmad Rizal Ramdhani menyampaikan, "Supaya nggak sampai ditaruh beras, tau-tau ambles gudangnya nanti. Maka harus kita ukur dulu kekuatan lantai gudangnya, yakin aman, baru nanti kita sewa, sesuai dengan aturan," ungkapnya.
Langkah verifikasi teknis tersebut dilakukan untuk mencegah risiko kerusakan bangunan seperti lantai gudang yang amblas.
Risiko kerusakan bangunan dinilai dapat merugikan negara serta mengganggu kualitas Cadangan Beras Pemerintah.
Dengan strategi verifikasi tersebut, Bulog optimistis penyerapan beras saat panen raya dapat berjalan lancar dan aman.
Penyerapan beras diharapkan tetap berjalan sesuai standar penyimpanan yang telah ditetapkan.
Tambahan kapasitas dua juta ton akan dipenuhi melalui pemanfaatan gudang filial dan gudang sewa.
Pemanfaatan gudang sewa dilakukan karena pembangunan 100 gudang baru Bulog masih dalam tahap proses pengerjaan.
Pencarian gudang tambahan difokuskan pada semester pertama 2026 agar penyerapan hasil panen petani tidak terkendala keterbatasan ruang penyimpanan.
Bulog membuka peluang kerja sama dengan pengusaha maupun pihak lain yang memiliki gudang.
Kerja sama tersebut dapat dilakukan sepanjang gudang yang ditawarkan representatif, layak, serta memenuhi standar teknis dan ketentuan peraturan yang berlaku.


