BENCANA banjir dan longsor di Kabupaten Kudus mengakibatkan 2 korban tewas dan seorang anak hilang, petugas gabungan masih melakukan upaya pencarian terhadap korban terseret banjir dan Pemkab Kudus menetapkan status siaga darurat bencana.
Pemantauan Media Indonesia Senin (12/1) sejak pagi puluhan petugas gabungan masih terus menelusuri saluran air dan sungai di Desa Karangbeber, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus untuk mencari seorang agak berusia 5 tahun yang hanyut akibat terseret arus banjir pada Minggu (11/1) petang.
Sementara itu di Desa Bacin, Kecamatan Bae, Kudus jasat AW (27) ditemukan di sekitar 3-4 kilometer dari lokasi kejadian ketika hanyut terseret banjir yang deras mengalir di desa itu, proses evakuasi dikakukan tim gabungan BPBD, TNI, Polri, PMI dan relawan berlangsung dramatis karena kondisi banjir cukup tinggi.
Beberapa jam sebelumnya pemilik toko sembako Sriyatun juga ditemukan telah meninggal dunia di tempat usahanya, setelah terjadi longsor sebuah tebing setinggi 20 meter di Dukuh Kambangan, Desa Menawan, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus yang menimpa toko tersebut.
"Jadi dalam bencana banjir dan longsor ini, sudah ada 3 korban yakni dua jenibggal dan satu hilang, sementara jumlah warga terdampak terus bertambah dari sebelumnya 14.143 jiwa," kata Kepala Seksi Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kudus Ahmad Munaji Senin (12/1).
Banjir di Kabupaten Kudus dengan ketinggian 20-100 centimeter, lanjut Ahmad Munaji, tidak hanya merendam sawah dan ladang tetapi juga pemukiman penduduk, bahkan ganjur mengakibat kemacetan lalulintas cukup panjang karena merendam jalur Pantura Kudus-Pati mulai dari Pertigaan Ngembal menuju Pati sepanjang 400 meter karena meluapnya Sungai Piji.
Selain. Itu gegabfan banjir setinggi 20-40 centimeter, ungkap Ahmad Munaji, juga merendam jalan provinsi Kudus-Jepara tepatnya di Mayong, sehingga banyak kendaraan mogok akibat terjebak banjir tersebut. "Hujan deras masih mengguyur hingga sekarang, kira khawatir terjadi bencana susulan," tambahnya.
Bupati Kudus Sam'ani Intakoris mengatakan menghadapi bencana tersebut, seluruh petugas gabungan tejah disiagakan untuk melakukan penanganan terutama terhadap warga terdampak, sehingga Pemkab Kudus menetapkan status siaga darurat bencana hingga 31 Mei mendatang, karena diperkirakan cuaca ekstrem masih berlangsung hingga akhir Februari mendatang.
"Kondisi cuaca ekstrem ini, saya meminta warga terutama yang berada di perbukitan maupun daerah aliran sungai (DAS) juga untuk waspada," kata Sam'ani Intakoris.
Akibat mencana yang terjadi ini, ungkap Sam'ani Intakoris, penanganan cepat dikakukan baik yakni dengan melakukan segera perbaikan kawasan terlanda maupun langkah penanganan cepat untuk warga terdampak. "Jika sudah sandat berbahaya segera evakuasi ke tempat aman dan segera distribusikan logistik," imbuhnya. (H-2)





