Bisnis.com, JAKARTA - Konflik Iran dan Amerika Serikat disebut semakin panas setelah negara Timur Tengah itu mengancam balik pemerintahan Donald Trump.
Sebagaimana diketahui, Washington dan Tel Aviv dilaporkan membahas kemungkinan intervensi AS di Iran.
Namun Iran tak tinggal diam, negara dengan ibu kota bernama Teheran tersebut balik mengancam AS dan Israel dengan memperingatkan akan adanya pembalasan.
Dilansir dari Euro News, Teheran memperingatkan bahwa pasukan AS dan Israel akan menjadi "target yang sah" jika AS menyerang Iran, sementara Presiden Donald Trump menegaskan kembali dukungan AS untuk para demonstran Iran.
"Jika terjadi serangan militer oleh Amerika Serikat, baik wilayah pendudukan (Israel) maupun pusat-pusat militer dan perkapalan AS akan menjadi target sah kami," kata Ketua Parlemen Iran Mohammad Baqer Qalibaf, saat berbicara di parlemen pada hari Minggu.
Laporan menyebut bahwa Iran tidak mengakui Israel dan menganggapnya sebagai wilayah Palestina yang diduduki.
Baca Juga
- Kerusuhan Iran Tewaskan 500 Orang, Teheran Ancam Serang Pangkalan AS
- Harga Emas Pecah Rekor Lagi Dipicu Gejolak Iran dan Kisruh The Fed
- Berenang Sendirian, Pemuda Asal Tasikmalaya Hilang di Perairan Laut Selatan
Menurut majalah Jerman Der Spiegel, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu membahas kemungkinan intervensi AS di Iran dalam sebuah percakapan telepon pada hari Sabtu.
Peringatan ini muncul setelah Presiden AS Donald Trump menegaskan kembali bahwa Washington bersedia untuk bertindak melindungi para demonstran damai.
Trump, dalam sebuah unggahan di platform Truth Social miliknya, menulis: “Iran sedang mengincar KEBEBASAN, mungkin belum pernah sebelumnya. AS siap membantu!!!"
Awal pekan ini, Trump memperingatkan bahwa ia bersedia menyerang Iran dan membunuh para demonstran. Departemen Luar Negeri secara terpisah memperingatkan:
“Jangan bermain-main dengan Presiden Trump. Ketika dia mengatakan akan melakukan sesuatu, dia benar-benar bermaksud demikian”.
Menurut laporan The New York Times dan Wall Street Journal, yang mengutip pejabat AS anonim, Trump dilaporkan telah diberi berbagai opsi militer untuk menyerang Iran pada Sabtu malam, dan menambahkan bahwa ia belum membuat keputusan akhir.





