Demi Keselamatan, Kapal Dilarang Berlayar di Malam Hari di Perairan TN Komodo

kumparan.com
10 jam lalu
Cover Berita

Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Labuan Bajo, Manggarai Barat, Provinsi NTT melarang pergerakan kapal di malam hari di wilayah perairan Taman Nasional (TN) Komodo, meski pelayaran khusus kawasan wisata sudah dibuka kembali.

Kepala KSOP Labuan Bajo, Stephanus Risdiyanto, mengatakan selama beberapa hari terakhir aktivitas pelayaran wisata tidak dapat dilakukan karena informasi cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang menunjukkan adanya gelombang tinggi.

“Namun berkat kerja sama dan komunikasi yang baik dengan BMKG, pada Kamis (8/1) kemarin telah dirilis informasi cuaca yang lebih spesifik untuk wilayah wisata,” katanya seperti dikutip Antara.

Berdasarkan data tersebutlah maka pada Jumat (9/1) kondisi cuaca di daerah pelayaran dinyatakan aman.

Dia menambahkan berdasarkan informasi tersebut maka pelayaran wisata di Labuan Bajo kembali dibuka mulai Sabtu (10/1) dengan tetap memperhatikan syarat dan ketentuan sebagaimana tercantum dalam pengumuman resmi KSOP.

Bukan Penghentian Aktivitas Wisata

KSOP menegaskan larangan tersebut tidak dimaknai sebagai penghentian seluruh aktivitas wisata, melainkan pembatasan pergerakan kapal pada malam hari demi keselamatan pelayaran.

“Yang dimaksud larangan pelayaran malam adalah tidak melakukan pergerakan kapal pada malam hari, terutama di titik-titik berisiko,” ujar dia.

Dia menambahkan wisatawan dapat melakukan perjalanan pada pagi atau siang hari, namun pada malam hari kapal harus berlindung dan menetap sementara.

Sebagai contoh, kapal wisata tidak diperkenankan melintasi jalur tertentu seperti Selat Padar pada malam hari.

Namun demikian, paket wisata seperti tiga hari dua malam tetap dapat dilaksanakan tanpa pergerakan kapal pada malam hari di lokasi-lokasi berisiko tinggi.

KSOP menjelaskan pembukaan kembali pelayaran wisata ini bertujuan untuk membantu pemulihan aktivitas pelaku usaha pariwisata seiring membaiknya kondisi cuaca, sekaligus mendukung proses pencarian korban kecelakaan laut.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
MAKI Tegaskan Kasus Nadiem Makarim Berbeda Jauh dengan Tom Lembong
• 8 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Biang Kerok Penghambat Kontribusi Manufaktur ke PDB Sulit ke Atas 20%
• 23 jam lalubisnis.com
thumb
Aurelie Moeremans Buka Luka di Buku Broken Strings, Netizen Beri Dukungan
• 10 jam lalugenpi.co
thumb
Kereta Mewah Makin Digemari, Suite Class Tumbuh Hampir 50 Persen
• 16 jam lalurepublika.co.id
thumb
Sebanyak 16 Pesawat Dialihkan dari Bandara Soetta Imbas Cuaca Buruk
• 1 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.