CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Presiden sementara Venezuela, Delcy Rodriguez, menyatakan tekad kuat untuk mengembalikan Presiden Nicolas Maduro dan istrinya Cilia Flores ke tanah air setelah keduanya ditangkap oleh Amerika Serikat pada 3 Januari 2026.
Rodriguez menyampaikan pernyataannya dalam sebuah acara komunitas di Negara Bagian Miranda, menegaskan bahwa pemerintahan Venezuela tetap stabil dan di bawah kendali rakyat.
Menurut Rodriguez, tidak ada keraguan mengenai kepemimpinan negara meskipun situasi politik tengah menjadi fokus perhatian internasional.
Ia menyerukan persatuan nasional untuk menjamin perdamaian, stabilitas, dan masa depan Venezuela yang lebih baik. Pernyataan ini sekaligus menjadi komitmen bahwa ia tidak akan berhenti “sedetik pun” sampai Maduro dan Flores berhasil dipulangkan.
Rodriguez juga menyinggung masa jabatan Maduro yang baru berjalan satu tahun setelah dilantik bersama dirinya, dan menegaskan kembali sumpahnya demi kebebasan kepemimpinan Venezuela. Komitmen ini menegaskan keberlanjutan program pemerintahan meskipun pemimpin sah negara saat ini berada di luar negeri.
Penangkapan Maduro dan sang istri dilakukan oleh pasukan militer AS sebagai bagian dari operasi besar yang dikenal sebagai Operation Absolute Resolve pada awal Januari. Dalam operasi tersebut, keduanya dibawa ke New York untuk menghadapi tuduhan terkait narkoterorisme dan kejahatan narkoba, memicu kritik dari beberapa negara dan organisasi internasional.
Kementerian Luar Negeri Venezuela juga menanggapi peringatan keamanan dari AS, menolak klaim bahwa negara sedang tidak aman karena aktivitas kelompok bersenjata di tempat pemeriksaan. Pemerintah mengatakan bahwa Venezuela tetap damai dan stabil, dengan sistem keamanan berfungsi normal serta semua wilayah berada di bawah kendali otoritas nasional.
Delcy Rodriguez saat ini memimpin negara sambil menegaskan hubungan baik antara kebijakan nasional dengan dukungan terhadap kepulangan pemimpin sah Venezuela. Upaya ini menjadi fokus sentral pemerintahan interim dalam menghadapi dinamika geopolitik dan tekanan global di tengah krisis.
Sumber: Antara




