Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menyampaikan laporannya dalam pelaksanaan program Sekolah Rakyat (SR) di hadapan Presiden Prabowo Subianto. Laporannya itu disampaikan sebelum Prabowo meresmikan 166 Sekolah Rakyat di 34 provinsi.
Dalam laporannya, Gus Ipul menyampaikan bahwa program yang digarap oleh Kemensos ini adalah gagasan dari Prabowo sebagai upaya memutus mata rantai kemiskinan.
“Inilah wujud nyata gagasan Presiden, negara hadir membela yang lemah. Sekolah Rakyat adalah sistem rekayasa sosial yang teruji dan terpuji,” ujar Gus Ipul dalam sambutannya di Sekolah Rakyat Terpadu (SRT) 9 Banjarbaru, Kalimantan Selatan pada Senin (12/1).
“Karena itulah Sekolah Rakyat memuliakan wong cilik, menjangkau yang belum terjangkau, dan memungkinkan yang tidak mungkin,” tambahnya.
Sekolah Rakyat ini dikhususkan untuk masyarakat miskin dan miskin ekstrem yang berasal dari desil 1 dan 2. Gus Ipul mengungkapkan, upaya pengentasan kemiskinan ini tidak hanya dilakukan melalui pendidikan siswa, tapi juga melalui pemberdayaan wali siswa.
“Sekolah Rakyat tidak dijalankan seperti sekolah biasa, melainkan dibangun sebagai sebuah ekosistem. Ekosistem perlindungan, ekosistem pemulihan, ekosistem pemberdayaan untuk melahirkan agen perubahan di masa depan,” ungkapnya.
Dalam acara peresmian tersebut, sejumlah menteri kabinet Merah Putih hadir. Di antaranya adalah Menko Pemberdayaan Masyarakat (PM) Muhaimin Iskandar atau Cak Imin, Mensesneg Prasetyo Hadi, Menlu Sugiono, hingga Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo.
Lalu, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti, Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi, Sekretaris Kabinet (Seskab) Letkol Teddy Indra Wijaya, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, dan Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto.




:strip_icc()/kly-media-production/medias/4430402/original/074980900_1684253017-000_33FA2WR.jpg)