Soal Pandji Pragiwaksono Dipolisikan, Garin Nugroho Singgung Mental Kerdil Hadapi Kritik

suara.com
7 jam lalu
Cover Berita
Baca 10 detik
  • Sutradara Garin Nugroho menanggapi pelaporan komika Pandji Pragiwaksono terkait materi komedinya di acara Mens Rea.
  • Garin menganggap pelaporan tersebut sebagai respons berlebihan elit politik terhadap kritik sosial melalui jalur kreatif.
  • Menurut Garin, panggung komedi menjadi ruang publik sehat tempat publik menyalurkan kritik yang jernih.

Suara.com - Sutradara senior Garin Nugroho turut angkat bicara merespons polemik hukum yang menjerat komika Pandji Pragiwaksono.

Adapun Pandji dilaporkan ke pihak berwajib buntut materi komedinya dalam pertunjukan spesial bertajuk Mens Rea, yang dinilai menyinggung pihak tertentu.

Garin menilai pelaporan tersebut mencerminkan respons berlebihan dari kalangan elit politik dan pihak-pihak yang tersinggung terhadap kritik yang justru disampaikan lewat jalur kreatif.

Menurutnya, komedi yang dibawakan Pandji merupakan bentuk kritik sosial yang sah dan profesional sesuai dengan bidangnya.

"Wah kalau ada elit politik yang terganggu itu kerdil ya. Wong ini kritik dengan kreativitas kan, ya," kata Garin saat ditemui di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas UGM, Senin (12/1/2025).

Disampaikan Garin, derasnya arus kegaduhan di media sosial membuat publik mencari ruang alternatif untuk menyalurkan kegelisahan dan kritik.

Dalam kondisi tersebut, panggung komedi justru menjadi ruang publik yang lebih sehat. Ketika kemudian dibandingkan perdebatan di dunia maya yang sarat manipulasi.

"Masyarakat udah capek. Maka mereka lari ke tempat kreativitas yang mencerahkan," ucapnya.

Menurutnya ketertarikan publik terhadap pertunjukan Pandji menunjukkan kebutuhan akan kritik yang disampaikan secara jernih dan beradab.

Baca Juga: Indro Warkop Bandingkan Kasus Pandji Pragiwaksono dengan Era Kritik Warkop DKI

Ia membandingkan kritik di panggung komedi atau stand up dengan konten media sosial yang menurutnya jauh lebih kasar dan vulgar.

Menurut Garin, justru kritik yang disampaikan Pandji mencerminkan profesionalisme seorang seniman. Ia menyebut kritik semacam itu semestinya dipahami sebagai bagian dari demokrasi, bukan dijawab dengan kriminalisasi.

Sutradara senior Garin Nugroho. (Suara.com/Hiskia)

"Justru ini menunjukkan kritik yang harus profesional sesuai dengan profesinya kan gitu," ucapnya.

Lebih jauh, Garin menilai kegaduhan media sosial saat ini telah kehilangan fungsi klarifikasi dan pencarian kebenaran. Hal itu membuat publik membutuhkan ruang komunikasi yang lebih mencerahkan dan kritis, seperti yang dihadirkan melalui pertunjukan seni dan komedi.

"Jadi memang itu kenapa orang-orang ke Pandji? Mereka butuh ruang publik, komunikasi dan kritis yang mencerahkan. Media sosial bahkan sekarang udah sangat banal dan bahkan kita tidak tahu mana yang benar dan tidak, kan gitu," ujarnya.

Ia juga menyinggung ironi sikap elit politik yang mudah tersinggung terhadap materi komedi. Namun justru kerap abai terhadap berbagai temuan dan data pelanggaran hukum yang beredar luas di ruang publik.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Kali Krukut Meluap, 3 RT di Jaksel Terendam Banjir
• 9 jam laluokezone.com
thumb
Presiden Prabowo Targetkan Akan Dirikan 500 Sekolah Rakyat Di Indonesia Hingga Akhir 2029
• 6 jam lalutvrinews.com
thumb
Curhatan Pilu Farel Prayoga, Cari Nafkah demi Keluarga dari Usia Muda
• 7 jam lalugrid.id
thumb
BMKG: Samudra Hindia Selatan Jawa Timur Berpotensi Gelombang Tinggi Hingga 15 Januari 2025
• 5 jam laluberitajatim.com
thumb
Jajak Pendapat "Kompas": Demokrasi Jadi Alasan Utama Publik Ingin Pilkada Langsung
• 14 jam lalukompas.id
Berhasil disimpan.