EtIndonesia. Sebagai tanggapan atas serangan yang terjadi pada 13 Desember tahun lalu, ketika pasukan Amerika dan Suriah diserang oleh kelompok ekstremis “Negara Islam” (Islamic State) di Palmyra (Tadmur) yang menyebabkan tiga warga Amerika tewas, Komando Pusat AS pada Sabtu (10 Januari) menyatakan bahwa mereka telah melancarkan beberapa serangan udara “berskala besar”. Namun, tidak disebutkan apakah operasi tersebut menimbulkan korban jiwa.
Komando Pusat AS menyampaikan melalui platform X bahwa: “Serangan udara hari ini (10 Januari) menargetkan sasaran-sasaran ‘Negara Islam’ di wilayah Suriah. Ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan kami untuk memberantas terorisme Islam yang mengancam personel operasi kami, serta merupakan bagian dari Operasi Hawkeye Strike.”
Dalam pernyataannya disebutkan bahwa operasi ini merupakan “respons langsung” atas serangan pada 13 Desember terhadap pasukan AS dan Suriah di Palmyra. Serangan tersebut menewaskan dua tentara Amerika dan satu penerjemah sipil.
Pernyataan itu juga menambahkan bahwa gelombang serangan ini dilakukan tak lama setelah siang hari waktu Pantai Timur Amerika Serikat, dengan tujuan memerangi terorisme serta melindungi keamanan pasukan Amerika dan sekutunya di kawasan tersebut.
Pernyataan tersebut menegaskan: “Pesan kami selalu jelas dan kuat: siapa pun yang melukai personel operasi kami, di mana pun mereka bersembunyi di dunia ini dan bagaimanapun mereka berusaha menghindari keadilan, kami akan menemukan dan menghancurkan Anda.”
Menurut informasi yang diperoleh, pada 10 Januari militer AS mengerahkan lebih dari 20 pesawat tempur untuk melakukan pengeboman presisi terhadap 35 target.
Cheng Yi-ren – NTDTV.com





