IHSG Tiba-Tiba Anjlok 2%, Analis Ungkap Alasannya

cnbcindonesia.com
6 jam lalu
Cover Berita
Foto: Pergerakan indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (9/9/2025). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mendadak ambruk lebih dari 2%. Per pukul 14.33 WIB, indeks turun 194,24 poin atau 2,17% ke level 8.742,51. Meski demikian, beberapa menit setelahnya IHSG memangkas koreksi signifikan hingga kurang dari 1%.

Sebanyak 535 saham turun, 220 naik, dan 203 tidak bergerak. Nilai transaksi mencapai Rp 27,71 triliun, melibatkan 49,98 miliar saham dalam 3,7 juta kali transaksi.

Sebelumnya, IHSG sesi 1 ditutup naik 0,13% atau 11,21 poin ke level 8.947,96. Sebanyak 359 saham naik, 311 turun, dan 141 belum bergerak.


Baca: Breaking News! IHSG Tiba-Tiba Anjlok 2%

Sejumlah analis pun buka suara terkait ambruknya IHSG secara tiba-tiba. Head of Research Retail MNC Sekuritas Herditya Wicaksana mengungkapkan koreksi dalam hari ini terjadi karena adanya aksi profit taking di saham-saham energi.

"Kami mencermati koreksi dari IHSG ini dibebani oleh emiten-emiten energi yang tadi sempat terkoreksi kurang lebih 2%, dimana kami perkirakan adanya kemungkinan aksi ambil untung setelah beberapa emiten energi menguat signifikan. Dan saat ini nampak IHSG kembali rebound meskipun masih berada di teritori negatif," ungkap Herditya kepada CNBC Indonesia, dikutip Senin (12/1/2025).

Sementara itu, Ekonom sekaligus Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta mengaitkan koreksi dalam ini dengan gejolak geopolitik global.

"Hemat saya berkaitan dengan dinamika geopolitik. Terus, terdapat aksi profit taking saham energi turut merupakan indikasi sebagai salah satu penyebab terkoreksinya IHSG," terang Nafan.

Sebagai informasi, pasar keuangan Indonesia hanya akan dibuka selama empat hari pada pekan ini. Pasalnya ada libur Isra Mi'raj pada Jumat sehingga pasar tutup.

Mengingat perdagangan yang relatif pendek, pelaku pasar perlu mencermati sejumlah sentimen pasar hari ini dan sepekan ke depan.

Baca:
Geger Bos The Fed Jerome Powel Kena Kasus & Dipanggil Pengadilan
Pelaku pasar kini beralih fokus ke penantian inflasi AS yang akan rilis pekan depan sampai memantau sejumlah harga komoditas yang terus bergerak naik.

Saat ini, pasar berangkat dari perkiraan sementara bahwa inflasi AS berada di kisaran 2,7% secara tahunan di penghujung 2025, lebih rendah dibandingkan ekspektasi sebelumnya di atas 3%.

Angka tersebut bukan merupakan rilis resmi CPI Desember, melainkan estimasi berbasis data terakhir yang tersedia, mengingat Biro Statistik Tenaga Kerja AS (BLS) tidak mengumpulkan data pada Oktober 2025 akibat government shutdown dan tidak merilis data bulanan November.


(fsd/fsd)
Saksikan video di bawah ini:
Video: Menanti IHSG 10.000, Sektor Ini Jadi Incaran Manajer Investasi

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Analisis Forensik Linguistik atas Kebebasan Berekspresi dalam Konten Pandji Pragiwaksono
• 21 jam lalurepublika.co.id
thumb
Alasan PDIP Nyatakan sebagai Partai Penyeimbang Pemerintah: Konstitusi Kita Tak Mengenal Oposisi
• 17 jam lalukompas.tv
thumb
1 Desa di Lamongan Terendam Banjir selama Sebulan, Warga Terpaksa Gunakan Perahu
• 10 jam lalurctiplus.com
thumb
PKL dan Bajaj Ngetem Bikin Macet Depan RSCM, Satpol PP Atur Strategi
• 16 jam lalukompas.com
thumb
Tebing 25 Meter Longsor Tutup Jalur Bagbagan-Kiara Dua Sukabumi, Lalin Lumpuh Total
• 1 jam lalurctiplus.com
Berhasil disimpan.