Presiden Prabowo Targetkan Pembangunan Massal Kampus Kedokteran Gratis

tvrinews.com
6 jam lalu
Cover Berita

Penulis: Fityan

TVRINews, Jakarta

Pemerintah prioritaskan pendidikan dokter spesialis guna atasi krisis tenaga medis nasional.

Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah untuk melakukan ekspansi besar-besaran pada pendidikan medis di Indonesia  sebagai respons terhadap defisit tenaga kesehatan yang dinilai sudah mencapai level kritis.

Dalam peresmian 166 Sekolah Rakyat yang tersebar di 34 provinsi pada Senin 12 Januari di di Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan,Presiden mengungkapkan bahwa Indonesia saat ini masih membutuhkan ratusan ribu tenaga medis tambahan untuk melayani masyarakat secara optimal.

"Kita kekurangan ratusan ribu dokter. Rakyat kita sangat membutuhkan kehadiran tenaga medis dan dokter gigi," ujar Presiden Prabowo. 

Beliau menekankan bahwa solusi nyata dari permasalahan ini adalah dengan memperbanyak institusi pendidikan, bukan melalui retorika politik semata.

Pendidikan Tanpa Biaya

Salah satu poin utama dalam kebijakan ini adalah rencana pembukaan kampus kedokteran teknis yang dapat diakses oleh seluruh anak bangsa tanpa beban finansial. 

Berbeda dengan model pendidikan konvensional, pemerintah berencana menanggung seluruh biaya operasional mahasiswa.

"Nanti dibuka untuk semua anak-anak Indonesia dan mereka tidak boleh bayar," tegas Presiden Prabowo. 
Ia bahkan menambahkan bahwa para mahasiswa di fakultas tersebut nantinya akan mendapatkan tunjangan dari negara selama masa pendidikan mereka.

Kesenjangan Lulusan dan Kebutuhan Spesialis

Data pemerintah menunjukkan adanya ketimpangan yang lebar antara kebutuhan lapangan dengan kapasitas produksi lulusan kedokteran saat ini. 

Berdasarkan laporan yang diterima Presiden, Indonesia masih memerlukan sedikitnya 70.000 dokter spesialis.

Situasi ini diperparah oleh rendahnya angka kelulusan tahunan. Saat ini, perguruan tinggi di Indonesia hanya mampu melahirkan sekitar 12.000 dokter umum dan 2.700 dokter spesialis per tahun.

"Jika kita hanya mengandalkan kapasitas saat ini, butuh waktu 35 tahun untuk memenuhi kekurangan 70.000 dokter spesialis tersebut," kata Presiden, merujuk pada evaluasi strategis yang telah dilakukan sejak pertengahan tahun lalu.

Ekspansi kampus kedokteran teknis ini diharapkan menjadi katalisator untuk memangkas waktu tunggu pemenuhan kebutuhan tenaga medis nasional, sekaligus menjamin pemerataan layanan kesehatan hingga ke pelosok negeri.

Editor: Redaktur TVRINews

Komentar
1000 Karakter tersisa
Kirim
Komentar

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
BRIN fokus riset pangan, bencana, dan teknologi strategis pada 2026
• 9 jam laluantaranews.com
thumb
Nenek di Pati Hidup Sebatang Kara, Tak Mau Ikut Anak yang Serumah Mertua
• 10 jam lalukumparan.com
thumb
Kasus Korupsi Chromebook, Nadiem Makarim Hadapi Sidang Putusan Sela Hari Ini
• 8 jam laluliputan6.com
thumb
BEI Suspensi Saham BIPI, IFSH & GRPM Hari Ini (12/1) Akibat Harga Terus Melonjak
• 13 jam lalubisnis.com
thumb
Liga Gokar Listrik Pertama di Indonesia Resmi Digelar
• 23 jam lalumediaindonesia.com
Berhasil disimpan.