Ketegangan Geopolitik Meningkat, Investor Diminta Fokus ke 3 Aset Safe Haven Ini

viva.co.id
7 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA –  Ketegangan geopolitik global kembali meningkat di awal 2026, mendorong banyak investor mencari aset yang dianggap lebih aman dan tahan terhadap risiko. Situasi ini menekankan pentingnya strategi lindung nilai (hedging) dalam portofolio investasi, terutama bagi mereka yang ingin menjaga nilai kekayaan di tengah ketidakpastian ekonomi dan politik.

United Overseas Bank (UOB) menekankan bahwa kebutuhan akan safe haven akan menjadi tema utama sepanjang 2026. Di tengah turbulensi geopolitik, termasuk peristiwa terakhir di Venezuela, investor diimbau untuk mempertimbangkan aset-aset yang bisa membantu mengurangi risiko portofolio mereka.

Baca Juga :
Kemlu Terus Pantau Aset Minyak RI di Venezuela Usai Serangan AS
Indodax Umumkan Proof of Reserves Tembus Rp 18 Triliun, CEO: Bentuk Transparansi

Laporan UOB menyatakan bahwa kemungkinan terjadinya kejadian risiko geopolitik global yang telah menjadi kenyataan, sehingga dunia investasi pada 2026 didominasi oleh kebutuhan akan safe haven. Risiko ini tidak hanya terbatas pada konflik antarnegara, tetapi juga kekacauan politik, pergeseran aliansi ekonomi, dan dampak kebijakan yang tiba-tiba terhadap pasar.

“Ada kebutuhan mendesak dan penting bagi investor untuk mencari lindung nilai safe haven untuk mendiversifikasi risiko dalam portofolio investasi,” kata para analis UOB, sebagaimana dikutip dari The Business Times, Senin, 12 Januari 2026.

Diversifikasi semacam ini dianggap krusial untuk menghadapi volatilitas yang dapat memukul nilai aset berisiko tinggi seperti saham. Berikut tiga aset yang dipandang  sebagai pilihan defensif yang menjanjikan:

1. Emas

Ilustrasi Emas.
Photo :
  • www.freepik.com

Emas telah lama dikenal sebagai aset safe haven klasik. UOB menyebut logam mulia ini sebagai “safe haven global yang sebenarnya” atau de facto global safe haven.

Logam mulia tidak hanya menarik karena nilainya yang cenderung stabil saat pasar bergejolak, tetapi juga karena emas adalah satu-satunya aset nyata yang dimiliki bank-bank sentral sebagai cadangan. Hal ini membuat emas punya peran ganda: sebagai lindung nilai terhadap inflasi dan gejolak geopolitik.

Harga emas juga diperkirakan naik di 2026. Tren ini menunjukkan kepercayaan kuat pada fundamental emas, bukan sekadar dorongan harga sementara akibat peristiwa tertentu.

2. Yen Jepang

Selain emas, Yen Jepang diproyeksikan kembali menjadi aset safe haven penting, terutama dalam kelompok negara industri maju (G7). Walaupun beberapa waktu terakhir mata uang ini lemah terhadap dolar AS, UOB melihat yen memiliki potensi kuat untuk kembali ke peran tradisionalnya sebagai mata uang safe haven G7.

Baca Juga :
Bitcoin Ngacir Lebih dari 5 Persen, Efek AS Gulingkan Maduro Harga Tembus Rp1,5 Miliar
Swiss Bekukan Semua Aset Milik Nicolas Maduro di Negaranya
Pertamina Pastikan Aset Minyak di Venezuela Tak Terdampak Serangan AS

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
IHSG Tiba-Tiba Anjlok 2%, Analis Ungkap Alasannya
• 8 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Daftar 5 Lokasi Layanan SIM Keliling Hari Ini 12 Januari 2026 di Jakarta, Kantor Pos Lapangan Banteng Salah Satunya
• 15 jam lalutvonenews.com
thumb
Cerita Warga Terjebak Macet di Senin Pagi: Cibinong-Jaksel 5 Jam
• 8 jam lalukumparan.com
thumb
Ini 5 Zodiak yang Gampang Marah, Nomor 3 Paling Seram!
• 5 jam lalutabloidbintang.com
thumb
BRI Beberkan Modus Phishing dan Skimming, Ini Cara Lindungi Kartu Kredit
• 17 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.