2 Pemuda Diringkus Polisi Bersama Sepucuk Airsoftgun di Makassar, Diduga akan Digunakan Tawuran

fajar.co.id
4 jam lalu
Cover Berita

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Jajaran Polsek Tallo menggagalkan dugaan persiapan aksi tawuran antar kampung dalam patroli skala besar yang digelar pada Minggu (11/1/2026) malam.

Dalam operasi tersebut, polisi mengamankan dua pemuda beserta senjata airsoft gun hingga minuman keras (miras).

Patroli besar-besaran itu menyasar sejumlah titik yang selama ini dikenal rawan tawuran dan kejahatan jalanan.

Hasilnya, petugas menemukan indikasi kuat adanya persiapan bentrok di dua lokasi berbeda.

Di Jalan Korban 40 Ribu Jiwa, petugas lebih dulu membubarkan sekelompok remaja yang tengah nongkrong hingga larut malam.

Saat polisi mendekat, seorang pemuda berinisial Y (18) mencoba melarikan diri sambil membuang sebuah benda mencurigakan.

Petugas kemudian melakukan pengejaran dan berhasil mengamankan Y.

Dari lokasi, polisi menemukan satu pucuk airsoft gun dilengkapi lima butir peluru.

Pemuda tersebut langsung diamankan untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Sementara itu, di lokasi berbeda, tepatnya di Jalan Kandea III Lorong 15, petugas mendapati seorang pemuda berinisial J alias Koslet (21) tengah merakit anak panah busur menggunakan mesin gerinda.

Saat itu, J juga diketahui sedang menggelar pesta minuman keras bersama sejumlah rekannya.

Polisi segera membubarkan pesta miras tersebut dan memusnahkan minuman keras yang ditemukan di lokasi.

Dari tempat kejadian, petugas menyita sejumlah barang bukti berupa busur panah, ketapel, anak panah, satu unit mesin gerinda, serta kabel listrik yang diduga digunakan untuk merakit senjata tajam.

Kapolsek Tallo, AKP Asfada, mengungkapkan bahwa dari hasil pemeriksaan awal, salah satu pelaku mengakui kerap terlibat dalam aksi perang kelompok di wilayah Tallo.

“Dari pengakuan yang tertangkap, dia sering mengikuti perang kelompok di wilayah Tallo, lawannya dari salah satu kampung, yaitu dari Lembo,” ujar Asfada kepada fajar.co.id, Senin (12/1/2026).

Ia menjelaskan, senjata rakitan berupa busur panah tersebut diklaim pelaku sebagai alat untuk berjaga-jaga saat bentrokan antarkelompok terjadi.

“Dan yang mengkhawatirkan, airsoft gun yang disita memiliki daya tembak yang lebih kuat dari standar pabrikan,” Asfada menuturkan.

“Ini meningkatkan potensi bahaya jika digunakan dalam bentrok,” tambahnya.

Saat ini, kedua pemuda tersebut masih menjalani pemeriksaan intensif di Mapolsek Tallo.

Polisi juga tengah mendalami kemungkinan keterlibatan pelaku lain serta jaringan di balik rencana tawuran tersebut.

Atas perbuatannya, para pelaku terancam dijerat pasal terkait kepemilikan senjata ilegal dan/atau pasal perbuatan yang berpotensi menimbulkan bahaya bagi keamanan umum.

“Untuk jeratan pasal itu penyidik nanti yang tentukan,” kuncinya. (Muhsin/fajar)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Persija Tumbang di GBLA, Rizky Ridho Sportif Ucapkan Selamat dan Tantang Balik Persib di Jakarta
• 16 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Rapat Sampai Jam 2 Pagi, Bahlil: SPBU Swasta Harus Beli BBM Pertamina!
• 1 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Hesti Purwadinata dan Suami Dapat Ancaman Usai Dukung Aurelie Moeremans Soal Buku Broken Strings, Begini Isinya
• 6 jam lalugrid.id
thumb
Dari Akses hingga Pendampingan, Peran PNM Dukung Ekonomi Keluarga Prasejahtera
• 21 jam laluviva.co.id
thumb
Jakarta Perkuat Posisi sebagai Poros Desain dan Gaya Hidup Kawasan Asia Pasifik
• 15 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.