Bus listrik Transjakarta mengalami kecelakaan tunggal di Jalan Raya Pasar Minggu, Jakarta Selatan, pada Senin (12/1) sore.
Insiden tersebut menyebabkan satu orang penumpang luka dan harus mendapatkan perawatan medis.
“Laka out of control, korban satu orang penumpang luka,” ujar Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Pol Komarudin dalam keterangannya.
Komaruddin mengatakan kecelakaan terjadi saat bus listrik Transjakarta bernomor polisi B 7022 TGX yang dikemudikan oleh KM melaju dari arah Selatan menuju Utara.
“Setibanya di kolong layang Tol JORR, kendaraan tersebut diduga kurang hati-hati hingga menabrak tiang,” ujar Komarudin.
Akibat kejadian itu, satu penumpang bus yang mengalami luka dilarikan ke Rumah Sakit Pasar Rebo untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut. Namun, Komarudin tak merinci kondisi korban.
“Belum keluar dari (laporan) medisnya,” pungkas dia.
Berdasarkan rekaman video yang diunggah akun Instagram @lensa_tanjungbarat pada Senin pukul 17.00 WIB, terlihat bus tersebut menabrak tiang panel listrik. Hal itu menyebabkan pintu penumpang copot dan kaca depan bus pecah.
Pantauan kumparan di lokasi pukul 18.12 WIB, panel listrik yang terpasang di tiang penyok. Fondasi tiang itu hancur di titik yang tertabrak. Serpihan kaca pun terlihat di sekitarnya.
Transjakarta Memohon MaafPT Transjakarta membenarkan adanya kecelakaan tersebut. Kepala Divisi Sekretaris Perusahaan dan Hubungan Masyarakat Transjakarta Tjahyadi mengatakan bus rute Stasiun Manggarai-UI tersebut dioperasikan oleh Mayasari.
"Fokus utama kami saat ini adalah memastikan penanganan terbaik bagi satu orang pelanggan yang mengalami luka. Korban langsung mendapatkan perawatan di RS Pasar Rebo, dan seluruh biaya pengobatan ditanggung sepenuhnya oleh pihak operator," kata Tjahyadi dalam keterangannya.
Tjahyadi mengatakan kecelakaan tersebut tengah diselidiki oleh Ditlantas Polda Metro Jaya. Ia memastikan akan memberikan sanksi kepada pengemudi maupun operator jika ditemukan adanya kelalaian.
"Transjakarta memastikan akan memberikan sanksi tegas kepada pramudi maupun pihak operator sesuai dengan ketentuan yang berlaku jika ditemukan unsur kelalaian dalam berkendara. Keselamatan pelanggan senantiasa menjadi prioritas tertinggi dalam setiap layanan kami," ujarnya.
Terkait korban luka-luka, Tjahyadi bilang korban telah mendapat perawatan di RS Pasar Rebo. Seluruh biaya pengobatan ditanggung oleh pihak operator bus.
"Kami menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan akibat peristiwa tersebut," pungkasnya.




