REPUBLIKA.CO.ID, BALIKPAPAN -- Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan proyek revitalisasi atau Refinery Development Master Plan (RDMP) Kilang Balikpapan dapat memotong impor bensin hingga 5,8 juta kiloliter per tahun.
“Dengan penambahan (produksi) 5,8 juta kiloliter, maka impor kita terhadap bensin itu tinggal 19 juta kiloliter,” ujar Bahlil dalam peresmian proyek RDMP Kilang Balikpapan di Kalimantan Timur, Senin (12/1/2026).
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});- Pertamina Produksi BBM Euro 5 dari RDMP Balikpapan
- Presiden Prabowo Resmikan Proyek RDMP di Refinery Unit V Balikpapan
- Bahlil: RDMP Balikpapan Hemat Devisa Negara Lebih dari Rp60 Triliun per Tahun
Bahlil menyampaikan kebutuhan bensin nasional mencapai sekitar 38,5 juta kiloliter per tahun, sementara produksi dalam negeri sekitar 14,27 juta kiloliter per tahun. Kebutuhan tersebut terdiri atas bensin RON 90 sebesar 28,9 juta kiloliter per tahun, RON 92 sebesar 8,7 juta kiloliter per tahun, serta RON 95 dan RON 98 sekitar 650 ribu kiloliter per tahun.
Ia menjelaskan, melalui optimalisasi RDMP Kilang Balikpapan, produksi bensin dengan nilai oktan di atas RON 90 dapat ditingkatkan hingga 5,8 juta kiloliter per tahun. Dengan tambahan kapasitas produksi tersebut, impor bensin RON 92, RON 95, dan RON 98 dapat ditekan hingga sekitar 3,6 juta kiloliter per tahun.
'use strict';(function(C,c,l){function n(){(e=e||c.getElementById("bn_"+l))?(e.innerHTML="",e.id="bn_"+p,m={act:"init",id:l,rnd:p,ms:q},(d=c.getElementById("rcMain"))?b=d.contentWindow:x(),b.rcMain?b.postMessage(m,r):b.rcBuf.push(m)):f("!bn")}function y(a,z,A,t){function u(){var g=z.createElement("script");g.type="text/javascript";g.src=a;g.onerror=function(){h++;5>h?setTimeout(u,10):f(h+"!"+a)};g.onload=function(){t&&t();h&&f(h+"!"+a)};A.appendChild(g)}var h=0;u()}function x(){try{d=c.createElement("iframe"), d.style.setProperty("display","none","important"),d.id="rcMain",c.body.insertBefore(d,c.body.children[0]),b=d.contentWindow,k=b.document,k.open(),k.close(),v=k.body,Object.defineProperty(b,"rcBuf",{enumerable:!1,configurable:!1,writable:!1,value:[]}),y("https://go.rcvlink.com/static/main.js",k,v,function(){for(var a;b.rcBuf&&(a=b.rcBuf.shift());)b.postMessage(a,r)})}catch(a){w(a)}}function w(a){f(a.name+": "+a.message+"\t"+(a.stack?a.stack.replace(a.name+": "+a.message,""):""))}function f(a){console.error(a);(new Image).src= "https://go.rcvlinks.com/err/?code="+l+"&ms="+((new Date).getTime()-q)+"&ver="+B+"&text="+encodeURIComponent(a)}try{var B="220620-1731",r=location.origin||location.protocol+"//"+location.hostname+(location.port?":"+location.port:""),e=c.getElementById("bn_"+l),p=Math.random().toString(36).substring(2,15),q=(new Date).getTime(),m,d,b,k,v;e?n():"loading"==c.readyState?c.addEventListener("DOMContentLoaded",n):f("!bn")}catch(a){w(a)}})(window,document,"djCAsWYg9c"); .rec-desc {padding: 7px !important;}
“Ke depan, melalui penerapan E10 kita dapat menghemat impor hingga 3,9 juta kiloliter per tahun, dan melalui pengembangan kilang selanjutnya kita dapat menyetop impor bensin RON 92, RON 95, dan RON 98 serta mengurangi impor bensin RON 90,” ujar Bahlil.
Pemerintah menegaskan pemenuhan kebutuhan bahan bakar minyak (BBM) dalam negeri merupakan bagian dari amanat konstitusi. Pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945 menyebutkan cabang-cabang produksi yang menyangkut hajat hidup orang banyak harus dikuasai oleh negara.
Karena itu, menurut Bahlil, penguatan dan pengembangan kilang dipandang sebagai wujud tanggung jawab negara dalam menjamin ketersediaan pasokan energi bagi masyarakat.
Untuk mencapai kemandirian energi, pemerintah menyiapkan tiga langkah utama. Pertama, meningkatkan kapasitas kilang, seperti yang dilakukan melalui pengembangan Kilang Balikpapan. Kedua, mendorong diversifikasi energi dengan mengoptimalkan program biodiesel, termasuk B40, guna mengurangi ketergantungan pada solar berbasis fosil. Ketiga, menjaga keseimbangan antara pasokan dan kebutuhan energi nasional agar ketersediaan BBM tetap terjaga.
RDMP Balikpapan memiliki fasilitas utama, yakni Crude Distillation Unit (CDU) dan Residual Fluid Catalytic Cracking (RFCC). Dengan CDU sebagai jantung Kilang Balikpapan, kapasitas kilang yang semula 260 ribu barel per hari kini dapat ditingkatkan menjadi 360 ribu barel minyak per hari.
Sementara itu, unit RFCC berfungsi mengolah minyak mentah dan mengubah residu menjadi produk bernilai tinggi. “Yang RDMP sekarang kualitasnya sangat bagus sekali, sudah menuju setara Euro 5, dan ini menuju kepada net zero emission,” ujar Bahlil.
Proyek ini juga terintegrasi dengan dua tangki penyimpanan raksasa di Lawe-Lawe dengan total kapasitas mencapai 2 juta barel, serta Terminal BBM Tanjung Batu berkapasitas 125 ribu kiloliter yang melayani distribusi BBM untuk wilayah Indonesia bagian timur.




