Eks Warga TPU Kebon Nanas Gratis Rusunawa 6 Bulan, Masih Sanggup Sewa Rp 230.000

kompas.com
5 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Guntur (51), warga yang direlokasi dari Taman Pemakaman Umum (TPU) Kebon Nanas, mengaku senang dengan kebijakan pemerintah yang menggratiskan Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa).

Meski demikian, Guntur tidak keberatan apabila nantinya harus membayar sewa rusun sekitar Rp 230.000 per bulan.

"Ini gratis selama enam bulan untuk relokasi, warga relokasi itu saya tahunya nantinya membayar Rp 230.000 per bulan. Ya ringan kok, kalau umum beda itu kisaran Rp 700.000," jelas Guntur saat ditemui, Senin (12/1/2026).

Baca juga: Eks Warga TPU Kebon Nanas Akui Lebih Nyaman Tinggal di Rusunawa

Ia tinggal di TPU Kebon Nanas selama 17 tahun. Awalnya, ia hanya mencari tempat kontrakan karena harga kos dinilai terlalu mahal.

"Makanya saya cari di situ kan lebih murah, begitu tadinya. Terus lama-lama kok ada yang jual lahan, makanya saya beli," ujar Guntur.

var endpoint = 'https://api-x.kompas.id/article/v1/kompas.com/recommender-inbody?position=rekomendasi_inbody&post-tags=Jakarta, TPU Kebon Nanas, warga tpu kebon nanas, Relokasi warga TPU Kebon Nanas&post-url=aHR0cHM6Ly9tZWdhcG9saXRhbi5rb21wYXMuY29tL3JlYWQvMjAyNi8wMS8xMy8wODQ5Mzc1MS9la3Mtd2FyZ2EtdHB1LWtlYm9uLW5hbmFzLWdyYXRpcy1ydXN1bmF3YS02LWJ1bGFuLW1hc2loLXNhbmdndXAtc2V3YS1ycA==&q=Eks Warga TPU Kebon Nanas Gratis Rusunawa 6 Bulan, Masih Sanggup Sewa Rp 230.000§ion=Megapolitan' var xhr = new XMLHttpRequest(); xhr.addEventListener("readystatechange", function() { if (this.readyState == 4 && this.status == 200) { if (this.responseText != '') { const response = JSON.parse(this.responseText); if (response.url && response.judul && response.thumbnail) { const htmlString = `
${response.judul}
Artikel Kompas.id
`; document.querySelector('.kompasidRec').innerHTML = htmlString; } else { document.querySelector(".kompasidRec").remove(); } } else { document.querySelector(".kompasidRec").remove(); } } }); xhr.open("GET", endpoint); xhr.send();

Ia juga menyadari bahwa lahan TPU yang ditempatinya bukan miliknya dan harus dikembalikan kepada pemerintah untuk menambah petak makam baru.

Guntur berharap warga yang masih bertahan di TPU Kebon Nanas segera pindah dan mengikuti arahan pemerintah untuk direlokasi ke rusunawa.

"Harapan kami sih buat teman-teman yang masih bertahan di sana, sudahlah kita ikuti anjuran pemerintah, ikuti saya, ikuti yang lain yang sudah tinggal di sini, lebih nyaman. Kita dimanusiakan kok di sini, bagus, yang masih bertahan sekitar ya 30 Kepala Keluarga," kata dia.

Hal senada disampaikan Sumiati (54), warga eks TPU Kebon Nanas lainnya. Ia menilai, harga sewa lebih murah jika dibandingkan kenyamanan dengan tempat lamanya.

"Lebih bagus di sini. Di sini kan kamarnya ada dua, ada ruang tamu, ada dapur, ada kamar mandi gitu kan. Kalau di sana kan kita strategis; kamar nyatu di situ, dapur di situ, kamar mandi di situ," jelas Sumiati.

Baca juga: Tinggal di TPU Kebon Nanas sejak 1983, Sumiati Senang Pindah ke Rusun dan Dapat Buku Nikah

Sumiati mengaku proses pendaftaran untuk menghuni rusunawa berjalan cukup mudah. Meski sebelumnya tidak memiliki buku nikah sebagai salah satu persyaratan.

Untuk memenuhi ketentuan tersebut, Sumiati pun melangsungkan pernikahan secara resmi pada Senin (12/1/2026) pagi, sehingga seluruh persyaratan administrasi dapat dipenuhi.

"Hari ini saya dinikahkan tadi jam 08.00 sama Bapak Penghulu. Karena buku nikah ini adalah salah satu syarat untuk kita masuk ke dalam rusun. Karena kalau tanpa buku nikah, kita enggak bisa masuk, enggak bisa tinggal di rusun," kata dia.

Sebelumnya, 73 kepala keluarga (KK) yang selama ini tinggal di TPU Kebon Nanas direlokasi ke rusunawa.

googletag.cmd.push(function() { googletag.display('div-gpt-for-outstream'); });
.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }
LazyLoadSlot("div-gpt-ad-Zone_OSM", "/31800665/KOMPAS.COM/news", [[300,250], [1,1], [384, 100]], "zone_osm", "zone_osm"); /** Init div-gpt-ad-Zone_OSM **/ function LazyLoadSlot(divGptSlot, adUnitName, sizeSlot, posName, posName_kg){ var observerAds = new IntersectionObserver(function(entires){ entires.forEach(function(entry) { if(entry.intersectionRatio > 0){ showAds(entry.target) } }); }, { threshold: 0 }); observerAds.observe(document.getElementById('wrap_lazy_'+divGptSlot)); function showAds(element){ console.log('show_ads lazy : '+divGptSlot); observerAds.unobserve(element); observerAds.disconnect(); googletag.cmd.push(function() { var slotOsm = googletag.defineSlot(adUnitName, sizeSlot, divGptSlot) .setTargeting('Pos',[posName]) .setTargeting('kg_pos',[posName_kg]) .addService(googletag.pubads()); googletag.display(divGptSlot); googletag.pubads().refresh([slotOsm]); }); } }

Wali Kota Jakarta Timur Kusmanto mengatakan, relokasi dilakukan setelah mayoritas warga menyatakan kesediaan untuk pindah ke hunian yang disiapkan pemerintah.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Wayne Rooney Kembali ke Manchester United
• 6 jam laluviva.co.id
thumb
OJK Hentikan 2.263 Pinjaman Online (Pinjol) Ilegal pada 2025
• 15 jam lalubisnis.com
thumb
Ramalan Zodiak 13 Januari 2026: Siapa Paling Bermasalah soal Uang dan Cinta?
• 18 jam lalumerahputih.com
thumb
Kejati Lampung Tetapkan Tiga Tersangka Korupsi Anggaran Sekretariat DPRD Lampung Utara 2022
• 3 jam lalupantau.com
thumb
Banjir Setinggi 1 Meter Rendam Kebon Pala Jatinegara
• 23 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.