Kabar Baik, Warga Sumut Tidak Lagi Menginap di Pengungsian saat Ramadan

jpnn.com
11 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com, JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menargetkan, tidak ada lagi warga Sumatra Utara (Sumut) di lokasi pengungsian saat bulan suci Ramadan tahun ini.

Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto mengaku, pemerintah terus mempercepat pembangunan hunian sementara (huntara) maupun hunian tetap (huntap) bagi korban bencana hidrometeorologi di wilayah Sumut.

BACA JUGA: Rumah Korban Banjir Sumatra Harus Lebih Tahan Bencana

"Per hari ini di wilayah Sumatera Utara hanya tiga kabupaten yang mengajukan pembangunan huntara," ucap Suharyanto dikutip Selasa (13/1)

Ketiga kabupaten di Sumut itu, jelas dia, Tapanuli Utara sebanyak 40 unit huntara, Tapanuli Tengah 209 unit huntara, dan Tapanuli Selatan 800 unit huntara.

BACA JUGA: Momen Haru Korban Banjir di Aceh Hadiahkan Durian ke Petugas Pengantar Bantuan

Data Posko Tanggap Darurat Bencana Provinsi Sumut hingga Kamis (8/1) menyebutkan terdapat 18 kabupaten/kota di Sumatra Utara terdampak bencana dengan estimasi kerugian mencapai Rp 17,23 triliun.

Adapun jumlah masyarakat terdampak tercatat mencapai 479.045 Kepala Keluarga (KK) atau 1.803.549 jiwa, dan jumlah pengungsi 3.371 KK atau 13.378 jiwa.

Sedangkan korban yang mengalami luka-luka mencapai 126 jiwa, korban meninggal dunia sebanyak 372 jiwa, dan masih dinyatakan hilang 53 jiwa.

"Sementara kabupaten/kota lainnya tidak mengajukan huntara, sehingga masyarakat yang rumah rusak berat ini akan mendapat dana tunggu hunian pengungsian," kata dia.

Selain itu, lanjutnya, pemerintah juga telah menyiapkan sebanyak 5.951 unit huntap bagi korban bencana hidrometeorologi di wilayah Sumut.

"Per hari ini untuk hunian tetap yang akan dibangun di seluruh Sumatra Utara ada 5.951 unit. Rata-rata sudah berjalan ya, per hari ini sekitar 20 persen terbangun," tuturnya.

Akhir Januari 2025, papar Suharyanto, pihaknya berharap warga Sumut yang masih tinggal di lokasi pengungsian hingga kini bisa menempati huntap itu.

"Target di akhir Januari atau sebelum bulan puasa tanggal 18 Februari 2026. Ini masyarakat sudah bisa masuk ke huntara, dan sebagian sudah masuk ke huntap," tegas Suharyanto.(antara/jpnn)


Redaktur & Reporter : Elvi Robiatul


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Gen Z dan Beda Pendapat di Kantor: Tantangan Komunikasi di Dunia Kerja
• 5 jam lalukumparan.com
thumb
Bantuan Rumah Korban Bencana Sumatra, Mendagri Tito Minta Daerah Perketat Pendataan
• 19 menit lalubisnis.com
thumb
John Herdman Langsung Bicara Jujur soal Peluang Naturalisasi Pemain Baru untuk Timnas Indonesia, Pascal Struijk Termasuk?
• 10 jam lalutvonenews.com
thumb
Update Banjir Jakarta Malam Ini: 59 RT dan 30 Ruas Jalan Masih Terendam
• 19 jam laludetik.com
thumb
DPR Anggap Kritik KUHP Baru Sebagai Bagian Penting Demokrasi, Persilakan Publik Uji Materi ke MK
• 4 menit lalumerahputih.com
Berhasil disimpan.