Pelatih anyar Timnas Indonesia, John Herdman, menegaskan bahwa untuk lolos ke Piala Dunia membutuhkan proses yang panjang. Menurutnya, ini bukanlah proyek instan 'semalam'.
Herdman menilai bahwa bergabung Indonesia adalah sebuah kesempatan yang besar. Ia harus membangkitkan semangat tim, yang baru saja dipastikan gagal lolos ke Piala Dunia 2026.
"Akan jadi sebuah kesempatan yang besar jika saya melanjutkan [perjalanan Timnas] dan memberikannya kepada para pemain. Karena saya menikmati momen ini. Ketika sebuah negara terhenti dan lolos untuk pertama kalinya, saya menikmati momen itu," kata John Herdman dalam sesi konferensi pers di Jakarta, Selasa (13/1).
"Jadi, saya paham akan hal itu. Saya akan mengatakan kepada para pemain bahwa tekanan itu sebuah anugerah. Kita akan mendengar para fans, kita akan menggunakan energi mereka," lanjutnya.
Herdman memiliki rekam jejak membawa Timnas Kanada lolos ke Piala Dunia 2022. Saat itu, ia ditunjuk sebagai pelatih pada 2018. Ini merupakan pencapaian, mengingat Kanada terakhir tampil di Piala Dunia pada 1986.
"Saya akan mengatakan kepada para fans bahwa lolos ke Piala Dunia itu tidak bisa terjadi dalam satu malam. Itu membutuhkan 36 tahun untuk bisa melangkah ke sana," ujarnya.
"Untuk Indonesia, mereka mengambil langkah yang besar terakhir ini, dan kita harus melangkah ke tahap selanjutnya, dan kita akan melakukannya. Jadi, komitmen saya bahwa tekanan itu sesuatu yang akan membuat kami, mengarahkan kami, untuk bisa memastikan bahwa kami bisa ke momen itu untuk negara ini. Itulah mengapa saya datang ke sini, sebuah kesempatan yang di mana menjadi alasan saya bangun dari kasur saya tiap hari," dirinya menambahkan.

:strip_icc()/kly-media-production/medias/4589176/original/000746500_1695719795-PLTS_Cirata_akan_uji_coba-ARBAS_11.jpg)