Matamata.com - Pelatih baru Timnas Indonesia, John Herdman, mengungkapkan alasan kuat di balik keputusannya menerima pinangan skuad Garuda. Mantan pelatih timnas Kanada tersebut mengaku lebih memilih Indonesia ketimbang dua negara lain yang juga mengincarnya, yakni Jamaika dan Honduras.
Dalam jumpa pers perkenalan resminya di Hotel Mulia, Jakarta, Selasa (13/1), Herdman menyebut visi yang jelas dari federasi, kualitas pemain, serta fanatisme suporter sebagai faktor penentu.
"Saya punya pengalaman panjang di CONCACAF. Namun, saya percaya pada negara dengan 280 juta penduduk, di mana 90 persennya sangat mencintai sepak bola. Ini adalah tempat yang tepat bagi saya," ujar pelatih yang sukses membawa Kanada kembali ke Piala Dunia 2022 setelah absen 36 tahun tersebut.
Kontrak dan Sinergi Kelompok Umur PSSI mengikat Herdman dengan kontrak berdurasi dua tahun dengan opsi perpanjangan dua tahun (skema 2+2). Selain menangani tim senior, pria asal Inggris ini juga mengemban tanggung jawab memimpin Timnas U-23 Indonesia.
Herdman menekankan pentingnya sinergi filosofi dari Timnas U-17 hingga level senior. Menurutnya, keselarasan taktik antar-kelompok umur adalah kunci agar pemain muda tidak kaget saat dipromosikan ke tim utama.
"Bekerja bersama tim kepelatihan U-20 dan U-23 sangat penting untuk menjaga konsistensi filosofi, budaya, dan taktik. Ketika ada panggilan ke tim senior, para pemain harus sudah siap karena jendela internasional sangat padat," tegasnya.
Dalam kesempatan yang sama, PSSI juga memperkenalkan Cesar Meylan sebagai asisten pelatih fisik. Meylan bukan orang baru bagi Herdman; keduanya telah bekerja sama selama lebih dari satu dekade.
Pakar dengan gelar Doktor (PhD) di bidang strength & conditioning ini telah mendampingi Herdman sejak di Timnas Putri Selandia Baru, Timnas Kanada, hingga klub Toronto FC. Kehadiran Meylan diharapkan mampu mendongkrak ketahanan fisik skuad Garuda di level internasional.


