Presiden Pezeshkian: AS-Israel Berada di Balik Aksi Protes di Iran

metrotvnews.com
2 jam lalu
Cover Berita

Teheran: Presiden Iran Masoud Pezeshkian berjanji akan menangani keluhan ekonomi masyarakat di tengah gelombang demonstrasi yang terus berlangsung.

Ia menegaskan pemerintah siap mendengarkan tuntutan warga, namun memperingatkan agar aksi protes tidak dimanfaatkan oleh perusuh dan kelompok teroris. Pernyataan itu disampaikan Pezeshkian dalam wawancara dengan televisi pemerintah pada Minggu, 11 Januari 2026.

Pezeshkian mengatakan demonstrasi bermula dari persoalan ekonomi, terutama anjloknya nilai mata uang rial yang mendorong pedagang di Grand Bazaar Teheran menutup toko. Aksi tersebut kemudian meluas ke berbagai wilayah dan memasuki pekan ketiga.

Baca Juga :

Korban Tewas Protes Iran Jadi 646 Orang, 10 Ribu Lebih Ditangkap
 
Presiden Iran menuduh Israel dan Amerika Serikat berada di balik upaya destabilisasi, dengan menyebut pihak luar memanfaatkan isu ekonomi untuk memperkeruh situasi.

“Kami mendengar para pengunjuk rasa dan telah berupaya menyelesaikan masalah mereka,” ujar Pezeshkian.

Ia menegaskan pemerintah akan menyelesaikan keluhan para pedagang, namun meminta masyarakat tidak memberi ruang bagi perusuh.

“Perusuh bukanlah pengunjuk rasa. Kami mendengar para pengunjuk rasa, tetapi jangan biarkan perusuh merusak negara,” ucap Pezeshkian, dikutip dari Al Jazeera.

Ia juga menuduh adanya serangan terhadap fasilitas umum, termasuk pasar dan tempat ibadah, yang diklaim dilakukan oleh kelompok bersenjata.

Media pemerintah melaporkan sedikitnya 109 personel keamanan tewas dalam kerusuhan terbaru. Kelompok oposisi di luar negeri menyebut jumlah korban lebih besar dan mencakup ratusan warga sipil, meski angka tersebut belum dapat diverifikasi secara independen.

Pemerintah Iran menetapkan tiga hari berkabung nasional, sementara jaksa agung memperingatkan peserta kerusuhan dapat menghadapi hukuman berat. Pemadaman internet nasional dilaporkan telah berlangsung lebih dari 72 jam.

Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres menyatakan terkejut atas laporan kekerasan terhadap pengunjuk rasa dan mendesak pemerintah Iran menahan diri.

“Hak atas kebebasan berekspresi, berserikat, dan berkumpul secara damai harus dihormati dan dilindungi,” ujar Guterres.

Di sisi lain, ketegangan meningkat karena Presiden Amerika Serikat Donald Trump mempertimbangkan berbagai opsi terhadap Iran, termasuk langkah militer.

Sementara itu, aksi solidaritas untuk mendukung pengunjuk rasa Iran digelar di sejumlah kota dunia, seperti London, Paris, Berlin, dan Los Angeles.

Sejumlah politisi Amerika Serikat justru meragukan efektivitas opsi militer terhadap Iran dan memperingatkan langkah tersebut dapat mempersatukan rakyat Iran melawan pihak luar. Situasi di Iran dinilai masih berpotensi memanas seiring belum adanya solusi nyata atas krisis ekonomi dan keamanan yang dihadapi masyarakat.

(Keysa Qanita)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Prabowo Tekankan Efisiensi APBN 2026 Belanja Negara Kembali Dievaluasi
• 16 jam lalueranasional.com
thumb
Gagalkan Eksekusi Kenan Yildiz, Emil Audero Buka Suara soal Dua Penalti yang Untungkan Juventus
• 3 jam lalutvonenews.com
thumb
Hasil Undian Putaran 4 Piala FA 2026: Liverpool vs Brighton, City dan Arsenal Dapat Lawan Mudah
• 7 jam lalukompas.tv
thumb
PDIP di Rakernas Ancol: Cegah Lahirnya Pemerintahan Otoriter
• 21 jam laluidntimes.com
thumb
2 Terdakwa Kasus Korupsi Jual Beli Gas Divonis 6 dan 5 Tahun Penjara
• 17 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.