Waspada! Ini 9 Daerah Rawan dan Langganan Banjir di Jakarta

suara.com
6 jam lalu
Cover Berita
Baca 10 detik
  • Januari 2026, Jakarta menghadapi banjir akibat curah hujan ekstrem dan kiriman debit air dari hulu.
  • Lima daerah rawan banjir diidentifikasi: Kampung Melayu, Cilandak Timur, Pondok Labu, Rawa Terate, dan Rawa Buaya.
  • Penyebab banjir bervariasi, meliputi luapan sungai, drainase buruk, kondisi geografis cekungan, serta sedimentasi.

Suara.com - Memasuki Januari 2026, wajah ibu kota kembali dibayangi tantangan klasik: kepungan air.

Curah hujan ekstrem yang mengguyur Jakarta selama dua hari terakhir, ditambah kiriman debit air dari hulu, memaksa ribuan warga kembali bersiaga.

Kondisi geografis Jakarta yang unik membuat setiap wilayah memiliki "cerita" banjirnya masing-masing. Mulai dari luapan sungai besar hingga buruknya drainase lokal.

Berikut adalah 5 daerah rawan banjir yang patut Anda waspadai:

1. Kampung Melayu, Jakarta Timur

Kampung Melayu merupakan salah satu daerah di Jakarta Timur yang sering terdampak dan menjadi daerah rawan terkena banjir.

Selain disebabkan oleh curah hujan yang tinggi di dua hari terakhir ini, meluapnya kali Ciliwung juga menjadi salah satu sebab pemicu banjir di daerah Kampung Melayu dan sekitarnya.

Daerah ini juga menjadi salah satu wilayah dengan resiko tertinggi saat debit air di kali Ciliwung meningkat karena adanya kiriman air dari daerah Hulu atau bendungan katulampa Bogor.

Terjadinya banjir terakhir di daerah Kampung Melayu pada Senin, (12/1/2026), ketinggian air semula berada di angka sekitar 25 cm kemudian kian meningkat pada siang hari mencapai 1 Meter.

Baca Juga: Jakarta Belum Kering dari Banjir, BMKG Kembali Terbitkan Peringatan Dini Cuaca Ekstrem

Personel polisi membantu warga mengevakuasi sepeda motor saat banjir di Komplek Polri Pondok Karya, Mampang Prapatan, Jakarta, Selasa (18/11/2025). [ANTARA FOTO/Sulthony Hasanuddin/nym]

2. Cilandak Timur, Jakarta Selatan

Wilayah Cilandak Timur, Jakarta Selatan juga termasuk salah satu daerah rawan banjir secara kilat yang secara cepat merendam permukiman. Meluapnya kali Krukut menjadi salah satu penyebab daerah tersebut dapat dikatakan rawan terjadi banjir.

Saat hujan lebat turun di area hulu atau lokal, air bergerak dengan kecepatan tinggi menuju titik rendah. Akibatnya, pemukiman warga dapat terendam dalam hitungan kurang dari satu jam setelah hujan turun dengan intensitas tinggi.

Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta, wilayah ini sempat mencatat rekor genangan yang sangat signifikan. Banjir terakhir yang melanda pemukiman warga mencapai ketinggian 95 centimeter yang hampir mencapai satu meter.

3. Pondok Labu, Jakarta Selatan

Wilayah Pondok Labu, Kecamatan Cilandak, Jakarta Selatan yang tak jauh dari daerah Cilandak Timur juga terkenal dengan daerah langganan banjir akibat pertemuan dari beberapa anak sungai, seperti kali Grogol dan kali Krukut dan beberapa saluran air penghubung.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Rencana Perubahan Aturan Emisi Goyang Industri Kendaraan Listrik Amerika
• 8 jam lalukatadata.co.id
thumb
Respons Berkelas Allano Lima Usai Jadi Korban Rasisme Bobotoh, Bek Persija: Saya Bangga
• 9 jam lalutvonenews.com
thumb
Emiten Sawit Peter Sondakh (BWPT) Rombak Komisaris, Ini Susunannya
• 9 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Alvaro Arbeloa Ditunjuk Gantikan Xabi Alonso di Real Madrid
• 14 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Truk vs Truk, Tiga Korban Terjepit Kabin
• 9 jam lalurealita.co
Berhasil disimpan.