Kanselir Jerman: Kami Sedang Menyaksikan Hari-Hari Terakhir Rezim Iran

kumparan.com
3 jam lalu
Cover Berita

Kanselir Jerman Friedrich Merz menyebut, rezim Syiah di Iran menghadapi hari-hari terakhirnya, Selasa (13/1). Komentar Merz disampaikan saat demo menentang pemerintah makin meluas di Iran.

Laporan berbagai lembaga independen, jumlah warga yang tewas akibat demo mencapai lebih 500 orang. Kini demo pecah di Ibu Kota Teheran dan berbagai kota besar lainnya.

“Saat rezim cuma bisa mempertahankan kekuasaan lewat kekerasan, maka mereka efektif sudah selesai,” ucap Merz saat berada di India seperti dikutip dari AFP.

“Saya percaya kami sedang menyaksikan hari dan pekan terakhir dari rezim ini,” sambung Merz.

Merz menyebut rezim Iran saat ini tak punya legitimasi. Sebab, kata Merz, mereka tak lagi mewakili rakyat Iran.

“Saya berharap ada jalan mengakhiri konflik dengan damai,” ucap Merz.

“Kami dalam komunikasi dengan Amerika Serikat dan pemerintahan di Eropa untuk memastikan akan ada transisi demokratis untuk Pemerintahan Iran,” sambung dia.

Sementara itu, Iran menuding AS dan Israel sebagai biang kerok rusuh di negaranya.

Pada Senin (12/1) kemarin, rakyat Iran pendukung pemerintahan melakukan demo besar. Pemimpin Agung (Supreme Leader) Iran, Ali Khamenei, mengunggah sebuah foto yang menampilkan dukungan tersebut.

"Wahai bangsa Iran yang besar, hari ini kalian telah menorehkan pencapaian luar biasa dan mengukir hari yang bersejarah," tulisnya.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Pimpinan Komisi VIII Izin Dasco Mau Revisi UU Kebencanaan: Kami Perkuat BNPB
• 4 jam lalukumparan.com
thumb
Saat Live Streaming Jadi Ritual Belanja Fashion, Intip Yuk Beauty!
• 9 jam laluherstory.co.id
thumb
Wardatina Mawa Tolak Restorative Justice, Pihak Insanul Fahmi Buka Suara, Singgung Keinginan untuk Bertemu Langsung
• 9 jam lalugrid.id
thumb
Jatah Gas Melon LPG Subsidi 3 Kg di Sumsel Dipangkas, Musi Rawas Utara Terima Jatah Paling Mini
• 20 jam lalubisnis.com
thumb
Dompet Dhuafa renovasi sejumlah sekolah di Aceh pada masa pemulihan
• 12 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.