Kawasan Malioboro memiliki fasilitas baru, yakni keran air siap minum. Salah satunya ada di kawasan Titik Nol Yogyakarta tepatnya di depan Gedung Agung atau Istana Kepresidenan Yogyakarta.
Keran air siap minum ini memiliki ketinggian 120 cm. Panduan penggunaan juga sudah terpasang lengkap.
Pengunjung bisa mengisi ulang air minum dengan botol atau meminumnya secara langsung dari keran.
"Mantap sekali. Ini (airnya) segar," kata salah seorang warga bernama Hanang, Selasa (13/1).
Dwi Agung warga lain menilai positif fasilitas ini. Warga atau wisatawan tak perlu bingung mencari minimarket untuk beli minuman.
"Kalau kehausan jadi nggak bingung. Itu kan di sana jauh minimarket," kata Dwi Agung.
Kepala UPT Pengelolaan Kawasan Cagar Budaya Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta Fitria Dyah Anggraeni mengatakan fasilitas ini sebelumnya sudah ada tetapi akhir tahun ini diperbarui oleh PDAM.
"Ada lima (di sepanjang Malioboro). Di akhir tahun kemarin menjelang libur Nataru mulai aktif lagi (fasilitas ini)," kata Anggi, sapaan akrab Anggraeni.
Anggi mengatakan ada pengunjung yang sudah memanfaatkan fasilitas ini. Namun, ada pula yang masih canggung untuk memanfaatkannya.
"Kami harus segera membuat konten edukatif tentang penggunaannya. Karena memang belum terbiasa di Yogya sendiri. Dulu waktu pertama dipasang malah buat cuci tangan. Harapannya yang kali ini kita bisa menggunakan kekuatan media sosial untuk mengedukasi," katanya.
Kurangi Sampah PlastikKeberadaan fasilitas ini diharapkan bisa menurunkan penggunaan air mineral dengan botol plastik sekali pakai.
"Biar bisa isi ulang. Juga fasilitas untuk pejalan kaki agar Malioboro sebagai kawasan yang diproyeksikan untuk full pedestrian seperti itu fasilitas untuk pejalan kaki termasuk air minum bisa tercukupi. Dan juga untuk pengurangan sampah plastik," kata Anggi.
Anggi mengimbau pengunjung tak ragu memanfaatkan fasilitas ini. Panduan sudah tertulis dengan lengkap.
"Orang yang pernah jalan ke kota besar itu di pedestarian salah satu syarat agar lengkap sebagai pedestrian ada air minum ini. Jadi mungkin biar masyarakat terbuka juga secara pengetahuannya mereka mau membaca," bebernya.

