Waspada Peningkatan Kasus Cacar Air pada Anak

kompas.id
6 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS — Ikatan Dokter Anak Indonesia atau IDAI meminta masyarakat untuk mewaspadai penyakit herpes zoster dan cacar air karena ada peningkatan kasus yang terjadi pada anak di Indonesia belakangan ini. Pencegahan dan penanganan yang tepat perlu diperhatikan agar infeksi ini tidak menimbulkan komplikasi.

Anggota Unit Kerja Koordinasi (UKK) Infeksi Penyakit Tropik di IDAI, Ratni Indrawanti, mengatakan, belum ada angka secara spesifik peningkatan kasus cacar air atau herpes zoster belakangan ini. Namun, sudah banyak daerah yang melaporkan kasus tersebut.

”Beberapa akhir-akhir ini, ada beberapa peningkatan kasus, terutama pada anak-anak sekolah. Ada beberapa laporan, agak merata, saya kira di Indonesia," kata Ratni dalam seminar yang digelar IDAI secara virtual, Selasa (13/1/2026).

Dia menjelaskan, herpes zoster adalah salah satu penyakit yang disebabkan oleh virus yang bernama varisela zoster. Penyakit ini merupakan reaktivasi dan manifestasi dari penyakit varisela (cacar air). Reaktivasi bisa terjadi akibat imunitas yang menurun.

Menurut alurnya, apabila seseorang pertama kali terpapar virus varisela zoster, maka akan mengalami cacar air. Namun, saat sudah disembuhkan, virus tersebut tidak mati atau sirna dari tubuh manusia, tetapi akan dorman atau laten terutama dalam sel neuronal. Dengan begitu, suatu saat virus tersebut bisa mengalami reaktivasi dan bermanifestasi sebagai penyakit herpes zoster.

”Varisela dan herpes zoster itu adalah dua manifestasi klinis dari virus varisela zoster dalam satu spektrum penyakit sepanjang hidup,” ujarnya.

Jangan digaruk, jangan dipecah. Biarkan pecah sendiri.

Pada umumnya, herpes zoster diawali dengan gejala awal yang cukup bervariasi. Demam dengan suhu bervariasi, rasa lemah atau lesu dan pada herpes zoster disertai juga dengan rasa tak nyaman, pegal, nyeri pada area yang di kemudian hari akan mengalami erupsi kulit.

Baca JugaCacar Monyet Jadi Wabah Global

Pada umumnya, seorang yang mengalami penyakit ini akan merasakan kemerahan pada kulit dan tampak sedikit membengkak, di atasnya muncul vesikel atau lentingan bergerombol yang semula bening kemudian umumnya akan berubah menjadi keruh. Penanganan dini pada herpes merupakan hal yang penting agar kulit akan terhindar dari nyeri panas, gatal, hingga rasa seperti terbakar.

Menurut Ratni, varisela umumnya terjadi pada anak-anak dan bersifat ringan tetapi dapat menjadi berat pada kelompok risiko. Virus yang tidak dieliminasi sepenuhnya akan menetap laten dan dapat aktif kembali menjadi herpes zoster saat imunitas menurun.

Varisela memiliki daya tular yang sangat tinggi, terutama melalui droplet dan airborne. Penularan paling sering terjadi di lingkungan tertutup seperti rumah, sekolah, dan penitipan anak.

Baca JugaBahaya Herpes Zoster dan Pentingnya Vaksinasi

Dikutip dari laman Kementerian Kesehatan (Kemenkes), insiden herpes zoster bervariasi berdasarkan usia. Setidaknya, ditemukan 2-9 kasus cacar api per 1.000 penduduk setiap tahun.

Galakkan vaksinasi

Varisela dan herpes zoster adalah penyakit yang dapat dicegah dengan pendekatan komprehensif. Mulai dari pemberian vaksin varicella untuk anak-anak dan orang dewasa yang belum pernah terinfeksi, vaksin zoster untuk orang dewasa di atas usia 50 tahun untuk mencegah herpes zoster.

Varivax adalah vaksin cacar air yang yang melindungi dari virus varicella atau cacar air. Vaksin ini termasuk dalam rekomendasi imunisasi oleh IDAI dan Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI) yang sudah tersedia di seluruh Indonesia.

Beberapa prinsip perawatan yang dianjurkan antara lain; tetap mandi seperti biasa, gunakan baju tipis dan nyaman, cukupi hidrasi dan nutrisi, tidak ada pantangan makanan, dan makan disesuaikan bila ada luka di mulut.

"Agar lukanya tidak meninggalkan bekas permanen yang penting jangan digaruk, jangan dipecah. biarkan dia pecah sendiri. Menggaruk atau memecahkan lenting secara paksa meningkatkan risiko infeksi sekunder dan bekas luka," tutur Ratni.

Selain mencegah dengan vaksin, hindari kontak langsung dengan cairan lepuhan atau droplet dari pasien yang sedang terinfeksi; menerapkan pola hidup sehat dengan mengonsumsi makanan bergizi, cukup istirahat, dan olahraga teratur; hingga penyuluhan tentang pentingnya vaksinasi dan cara menghindari penularan dapat membantu mengurangi penyebaran virus.

Baca JugaWaspadai Cacar Api yang Timbulkan Nyeri seperti Tersengat Listrik

Ketua Pengurus Pusat IDAI, Piprim Basarah Yanuarso mengimbau masyarakat menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, dan segera melakukan pemeriksaan ke fasilitas kesehatan terdekat. Ia pun mengingatkan, seseorang yang mengalami gejala penyakit herpes zoster, agar bisa segera mendapatkan penanganan secara cepat dan tepat.

"Mudah-mudahan vaksinasi varicella ini bisa digalakkan kembali kesadarannya untuk vaksinasi ini, supaya anak-anak kita bisa tumbuh kembang dengan baik, terutama juga melindungi anak-anak dengan komorbid," kata Piprim.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Rismon Sianipar Minta Pengujian Forensik Independen untuk 4 Dokumen Milik Jokowi
• 15 jam lalukompas.tv
thumb
Survei RPI: 76,2 Persen Publik Optimistis Transformasi Polri di 2026
• 12 jam laluliputan6.com
thumb
Militer AS Melancarkan Serangan Udara terhadap Target ISIS di Suriah, Video Mengejutkan Terungkap
• 7 jam laluerabaru.net
thumb
Polisi Bekuk 2 Pelaku Peredaran Narkoba, Sita Sabu dan 81 Catridge Vape Mengandung Etomidate
• 12 jam laludisway.id
thumb
Empat WNI Diculik Bajak Laut di Perairan Gabon
• 12 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.