Dampak Proyek Lematang, Puluhan Hektar Sawah Terbengkalai

tvrinews.com
4 jam lalu
Cover Berita

Penulis: Haikal

TVRINews- Pagar Alam, Sumatera Selatan

Petani di Pagar Alam melaporkan kerugian ekonomi besar akibat terhentinya pasokan air irigasi selama bertahun-tahun.

Puluhan petani di Kecamatan Dempo Tengah, Kota Pagar Alam, Sumatera Selatan, menghadapi krisis produktivitas yang berkepanjangan. 

Lahan persawahan yang menjadi sumber penghidupan utama warga dilaporkan terbengkalai akibat gangguan distribusi air yang dipicu oleh proyek pembangunan Irigasi Lematang.

Kondisi yang berlangsung selama beberapa tahun terakhir ini memicu kekhawatiran serius terkait ketahanan pangan lokal. 

Pada Selasa 13 Januari 2026, puluhan warga mendatangi Kantor Camat Dempo Tengah untuk menyampaikan aspirasi dan mendesak pemerintah segera melakukan intervensi teknis di lapangan.

Kegagalan Distribusi Air

Menurut tokoh masyarakat setempat, Rasmizal, kehadiran proyek Irigasi Lematang semula diharapkan mampu meningkatkan hasil pertanian. 

Namun, dalam implementasinya, proyek tersebut justru menyebabkan debit air ke lahan persawahan warga menurun drastis hingga menyebabkan sawah tidak dapat digarap.

"Sudah beberapa tahun terakhir puluhan hektar sawah warga tidak bisa dikelola karena kekurangan air. Situasi ini sangat memukul kondisi ekonomi masyarakat, khususnya mereka yang bergantung pada tanaman padi," ujar Rasmizal dalam pertemuan tersebut.

Estimasi kerugian yang dialami petani tergolong signifikan. Rasmizal memaparkan bahwa hilangnya potensi panen mencapai puluhan ton beras pada setiap musim tanam, dengan nilai kerugian ekonomi yang diprediksi menyentuh angka miliaran rupiah secara akumulatif.

Meski terdampak secara finansial, warga menyatakan tetap mendukung keberadaan proyek strategis tersebut. Kendati demikian, mereka menyoroti adanya ketidaksesuaian antara desain konstruksi dengan topografi atau kondisi lapangan yang ada.

"Kami mendukung proyek ini sepenuhnya, namun terdapat beberapa komponen pembangunan yang kami nilai kurang presisi dengan kondisi riil di lapangan. Hal inilah yang menghambat air sampai ke area persawahan," tambah Rasmizal.

Langkah Mediasi Pemerintah 

Merespons keluhan tersebut, Camat Dempo Tengah, Buraqqoh Bangun, menyatakan pihaknya tengah menyusun laporan resmi berdasarkan prosedur administratif yang berlaku. Langkah ini diambil guna memastikan permasalahan memiliki dasar hukum yang kuat untuk ditindaklanjuti oleh otoritas yang lebih tinggi.

"Permasalahan ini akan segera kami koordinasikan dengan pihak kontraktor pelaksana serta Pemerintah Kota Pagar Alam. Tujuannya adalah mencari solusi bersama agar fungsi irigasi kembali normal," tegas Buraqqoh.

Pemerintah setempat berharap koordinasi lintas sektoral ini dapat segera memulihkan sektor pertanian di wilayah Dempo Tengah, sekaligus mengembalikan kesejahteraan petani yang sempat terpuruk akibat kendala infrastruktur tersebut.

Editor: Redaksi TVRINews

Komentar
1000 Karakter tersisa
Kirim
Komentar

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Pemkab Aceh Timur Targetkan 1.046 Huntara Siap Ditempati Sebelum Ramadhan, Tunggu Kajian Geologi dari BNPB
• 20 jam lalupantau.com
thumb
Soroti Tingginya Politik Uang, Komisi II DPR Usul Bawaslu Awasi Pilkades
• 7 jam laluviva.co.id
thumb
PSSI Tunjuk Cesar Meylan Sebagai Pelatih Fisik Skuad Garuda
• 11 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Prabowo Ungkap Program MBG Tembus 58 Juta Penerima Manfaat di RI 
• 16 jam lalueranasional.com
thumb
Indonesia Surplus Beras 3,5 Juta Ton, DPR Ingatkan Jangan Abaikan Petani
• 14 jam lalumerahputih.com
Berhasil disimpan.