Asal-usul Nabi Khidir AS: Silsilah, Nama Asli, dan Misteri Ainul Hayat

mediaindonesia.com
11 jam lalu
Cover Berita

NABI Khidir AS dikenal sebagai sosok misterius yang memiliki umur panjang dan ilmu yang sangat luas. Namun, banyak yang belum mengetahui dari mana beliau berasal dan siapa sebenarnya nama aslinya.

Dalam khazanah sejarah Islam, sosok Nabi Khidir AS selalu menjadi figur yang penuh misteri sekaligus kekaguman. Namanya memang tidak termasuk dalam 25 Nabi dan Rasul yang wajib diketahui, tetapi kisahnya diabadikan secara khusus dalam Al-Qur'an, tepatnya pada Surah Al-Kahf ayat 60-82.

Beliau digambarkan sebagai hamba Allah yang dianugerahi ilmu laduni atau pengetahuan langsung dari sisi Tuhan yang tidak dimiliki manusia biasa. Dalam berbagai literatur Islam dan catatan sejarah para ulama, asal-usul beliau sering kali dikaitkan dengan garis keturunan para nabi terdahulu.

Baca juga: Siapa Zulkarnain dalam Al-Quran Identitas, Sejarah, dan Misteri Tembok Yajuj Majuj

Nama Asli dan Silsilah Nabi Khidir AS

Menurut pendapat mayoritas ulama, termasuk yang dikutip oleh Ibnu Katsir dalam kitab Al-Bidayah wan Nihayah, nama asli Nabi Khidir adalah Balya bin Malkan. Mengenai silsilahnya, terdapat beberapa pendapat kuat:

  • Keturunan Sam bin Nuh: Pendapat yang paling masyhur menyebutkan bahwa Balya bin Malkan merupakan keturunan dari Sam bin Nuh AS. Garis keturunannya ialah Balya bin Malkan bin Falakh bin 'Abir bin Syalakh bin Arfakhsyad bin Sam bin Nuh AS.
  • Hubungan dengan Raja Dzulqarnain: Dalam beberapa riwayat sejarah, disebutkan bahwa Nabi Khidir adalah putra dari seorang raja besar atau setidaknya menjabat sebagai penasihat sekaligus panglima perang bagi Raja Dzulqarnain yang saleh.
  • Pendapat Lain: Ada pula yang menyebutkan beliau adalah putra Nabi Adam AS yang ditangguhkan ajalnya. Namun pendapat ini dianggap lemah oleh banyak pakar hadis.

Baca juga: Biografi Lengkap Imam As-Suyuthi Sang Ulama Ensiklopedis Penulis Ratusan Kitab

Mengapa Dijuluki Al-Khidir?

Nama Khidir sebenarnya bukanlah nama pemberian orangtua, melainkan julukan (laqab). Dalam bahasa Arab, Al-Khidr berarti seseorang yang hijau. Julukan ini memiliki latar belakang mukjizat yang luar biasa.

Berdasarkan hadis sahih riwayat Imam Bukhari, Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya ia dinamakan Khidir karena ia duduk di atas tanah putih (kering/gersang), lalu tiba-tiba tanah tersebut bergejolak dan berubah menjadi hijau (subur) di belakangnya."

Fenomena ini menunjukkan bahwa ke mana pun Nabi Khidir pergi, beliau membawa keberkahan dan kehidupan pada tanah yang mati, atas izin Allah SWT.

Baca juga: Bisakah Melihat Rasulullah secara Terjaga Ini Hadis dan Kisah Ulama

Misteri Ainul Hayat: Mata Air Keabadian

Salah satu kisah yang paling melekat dengan asal-usul umur panjang Nabi Khidir adalah pencarian Ainul Hayat (Mata Air Kehidupan). Kisah ini sering dikaitkan dengan perjalanan ekspedisi Raja Dzulqarnain ke wilayah kegelapan (Zulumat).

Dikisahkan bahwa Allah SWT memberi tahu tentang ada mata air di bumi yang siapa pun meminumnya, ia tidak akan mati hingga hari kiamat kecuali ia memohon kematian kepada Allah. Nabi Khidir, yang saat itu bertindak sebagai pemandu jalan bagi pasukan Dzulqarnain, berhasil menemukan mata air tersebut dan meminumnya. Padahal sang Raja sendiri tidak berhasil menemukannya.

Meskipun kisah Ainul Hayat ini banyak ditemukan dalam kitab-kitab sejarah (tarikh), para ulama mengingatkan agar kita menyikapinya dengan bijak. Ini karena sumber utamanya lebih banyak berasal dari riwayat Israiliyat yang kebenarannya tidak bisa dipastikan secara mutlak.

Baca juga: Asal Usul Imam Mahdi Nasab, Ciri Fisik, dan Kronologi Kemunculannya

Teori Kelahiran dan Masa Hidupnya

Terdapat perdebatan mengenai kapan tepatnya Nabi Khidir dilahirkan. Beberapa sejarawan muslim seperti Muhammad bin Jarir ath-Thabari menyebutkan bahwa Khidir hidup pada masa Raja Afridun di Persia. Namun, yang paling populer ialah keberadaan beliau pada masa Nabi Musa AS, sebagaimana diceritakan dalam Surah Al-Kahf.

Hal ini menunjukkan bahwa Nabi Khidir telah menempuh perjalanan waktu yang sangat panjang, melintasi berbagai zaman nabi, mulai dari masa Ibrahim AS, Musa AS, hingga diyakini oleh sebagian kalangan masih hidup pada masa umat Nabi Muhammad SAW.

Baca juga: Bilal Al-Khawwash Ungkap Rahasia Mimpi Bertemu Nabi Khidir

Kisah Pertemuan Nabi Musa dan Nabi Khidir dalam Surah Al-Kahf

Pertemuan ini bermula ketika Nabi Musa AS ditanya oleh kaumnya, "Siapakah orang yang paling berilmu di muka bumi?" Nabi Musa menjawab, "Aku." Allah kemudian menegur Nabi Musa dan memberi tahu bahwa ada hamba-Nya yang lebih berilmu di pertemuan dua lautan (Majma' al-Bahrayn).

Nabi Musa kemudian melakukan perjalanan panjang untuk berguru kepada Khidir dengan satu syarat mutlak: Jangan bertanya tentang apa pun sampai Khidir sendiri yang menjelaskannya.

Baca juga: Kisah Nabi Khidir Misteri Balya bin Malkan dan Kesaksian yang Menakjubkan

Tiga Peristiwa Penuh Teka-Teki

Selama perjalanan, Nabi Khidir melakukan tiga hal yang secara logika manusia tampak janggal, bahkan salah:

  1. Melubangi Perahu: Khidir melubangi perahu milik orang miskin yang telah menumpangi mereka secara gratis.
  2. Membunuh Seorang Anak: Khidir membunuh seorang anak muda yang tampak tidak berdosa.
  3. Membangun Dinding yang Runtuh: Di sebuah desa yang penduduknya kikir, Khidir justru memperbaiki dinding rumah yang hampir roboh tanpa meminta imbalan.

Nabi Musa tidak mampu menahan diri untuk tidak bertanya pada setiap kejadian tersebut, yang akhirnya mengakhiri kebersamaan mereka. Sebelum berpisah, Khidir menjelaskan alasan di balik tindakannya: perahu dilubangi agar tidak disita raja zalim, anak tersebut dibunuh karena kelak akan menjerumuskan orang tuanya ke dalam kekafiran, dan dinding diperbaiki karena di bawahnya tersimpan harta warisan untuk dua anak yatim yang saleh.

Baca juga: 25 Nabi dan Rasul beserta Tugas dan Mukjizatnya

Pelajaran Berharga: Ilmu Syariat vs Ilmu Hakikat

Kisah ini mengajarkan kita bahwa apa yang tampak buruk di mata manusia belum tentu buruk dalam ketetapan Allah. Nabi Musa mewakili Ilmu Syariat (yang tampak secara hukum), sementara Nabi Khidir mewakili Ilmu Hakikat (hikmah tersembunyi di balik takdir).

  • Kesabaran dalam Belajar: Guru memiliki dimensi pengetahuan yang mungkin belum dipahami murid.
  • Husnuzan kepada Takdir: Setiap musibah yang menimpa orang beriman seringkali merupakan cara Allah menghindarkan mereka dari keburukan yang lebih besar.
Apakah Nabi Khidir Masih Hidup? Pandangan Ulama

Ini adalah salah satu perdebatan paling ikonik dalam sejarah Islam. Ada dua arus utama pendapat:

  • Pendapat yang Menyatakan Masih Hidup: Banyak ulama tasawuf dan sebagian ulama fikih meyakini Nabi Khidir masih hidup karena meminum Ainul Hayat (air kehidupan) dan akan terus hidup hingga hari kiamat.
  • Pendapat yang Menyatakan Sudah Wafat: Ulama seperti Imam Bukhari, Ibnu Jauzi, dan Ibnu Kathir berpendapat bahwa Nabi Khidir telah wafat. Argumen mereka berdasar pada ayat Al-Qur'an bahwa tidak ada manusia yang kekal sebelum Nabi Muhammad (QS. Al-Anbiya: 34) serta hadis bahwa setelah seratus tahun dari zaman Nabi Muhammad, tidak ada lagi orang yang hidup di muka bumi dari generasi tersebut.
Kesimpulan

Asal-usul Nabi Khidir AS dengan nama asli Balya bin Malkan menunjukkan bahwa beliau adalah sosok yang telah dipilih Allah sejak ribuan tahun silam. Julukan Si Hijau dan keterkaitannya dengan silsilah Sam bin Nuh memperkuat posisi beliau sebagai figur penting dalam sejarah kenabian yang bertugas menjaga keseimbangan ilmu syariat dan ilmu hakikat di dunia ini.

Pertanyaan Sering Diajukan (FAQ)
1. Siapa ayah Nabi Khidir?

Ayah Nabi Khidir bernama Malkan, yang dalam beberapa riwayat disebut sebagai seorang raja atau tokoh terpandang dari keturunan Sam bin Nuh AS.

2. Apakah Nabi Khidir seorang manusia atau malaikat?

Mayoritas ulama berpendapat bahwa beliau adalah manusia yang diangkat menjadi Nabi, karena beliau makan, minum, dan memiliki silsilah keturunan manusia.

3. Di mana tempat lahir Nabi Khidir?

Tidak ada catatan geografi yang pasti mengenai tempat lahirnya, namun banyak riwayat mengaitkan awal kisahnya dengan wilayah Timur atau dekat dengan pertemuan dua lautan.

4. Di mana Nabi Khidir tinggal sekarang?

Bagi yang meyakini beliau masih hidup, banyak riwayat menyebutkan beliau berada di tempat-tempat yang jauh dari keramaian seperti pesisir pantai atau pulau terpencil. Namun, secara ilmiah dan historis, hal ini tidak bisa dipastikan.

5. Apa doa Nabi Khidir yang terkenal?

Salah satu doa yang sering dikaitkan dengan Nabi Khidir adalah doa untuk kemudahan urusan dan ketenangan hati, namun para ulama mengingatkan untuk selalu merujuk pada doa-doa yang memiliki sanad kuat dari Rasulullah SAW.

6. Apakah Nabi Khidir pernah bertemu Nabi Muhammad SAW?

Terdapat riwayat yang menyebutkan mereka bertemu. Namun para pakar hadis umumnya mengategorikan riwayat-riwayat tersebut sebagai hadis lemah (dhaif) atau palsu (maudhu).

 


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
IHSG Sesi I Naik 0,89 Persen ke 9.028, Saham KOCI, ACST, hingga DOOH Melesat
• 27 menit lalukumparan.com
thumb
Apa Arti Broken Strings? Ini Penjelasan Lengkap dan Mudah Dipahami
• 15 jam laluinsertlive.com
thumb
Ormat Geothermal Menang Lelang Blok Panas Bumi Telaga Ranu
• 17 menit lalubisnis.com
thumb
Daftar Wilayah Waspada Cuaca Buruk Akibat Bibit Siklon Tropis 91W
• 21 jam lalukompas.tv
thumb
Permintaan Ayam Naik, CPIN Bakal Diuntungkan Program MBG
• 15 jam laluwartaekonomi.co.id
Berhasil disimpan.