Houston: Harga minyak dunia naik ke level tertinggi selama hampir dua bulan pada perdagangan Selasa waktu setempat (Rabu WIB), setelah Presiden AS Donald Trump mengancam akan memberlakukan tarif baru pada negara mana pun yang berbisnis dengan Iran.
Mengutip Yahoo Finance, Rabu, 14 Januari 2026, harga minyak mentah Brent berjangka naik 0,5 persen menjadi USD64,20 per barel, level tertinggi sejak 19 November. Sementara West Texas Intermediate (WTI) naik 0,6 persen menjadi USD59,84.
Dalam sebuah unggahan di Truth Social, Trump menyatakan akan mengenakan tarif impor yang masuk ke Amerika Serikat sebesar 25 persen, bagi negara manapun yang berbisnis dengan Iran.
"Mulai sekarang, negara mana pun yang berbisnis dengan Republik Islam Iran akan dikenakan tarif sebesar 25 persen untuk semua bisnis yang dilakukan dengan Amerika Serikat. Perintah ini bersifat final dan mengikat," tulis Trump.
Baca juga: Trump Berlakukan Tarif 25 Persen ke Negara yang Berbisnis dengan Iran
(Ilustrasi pergerakan harga minyak. Foto: dok ICDX)
Ketegangan perdagangan
Pernyataan Trump tersebut jelas mengusik negara-negara yang selama ini menjadi destinasi ekspor utama Iran. Diantaranya adalah Tiongkok, Uni Emirat Arab, dan India.
Bukan tidak mungkin, tindakan Trump tersebut akan meningkatkan kembali ketegangan perdagangan yang terkait dengan perselisihan berkepanjangan Trump dengan mitra dagang utamanya.
Seorang analis di Deutsche Bank Jim Reid mengaku belum mendengar detail lebih lanjut atau perintah eksekutif yang menerapkan ancaman tarif ini. Namun demikian, pasar keuangan global telah menanggapi unggahan Trump dengan tenang.
"Investor mungkin juga bersiap menghadapi gejolak lebih lanjut, karena Mahkamah Agung diperkirakan akan memutuskan paling cepat Rabu mengenai legalitas tarif yang disebut 'hari pembebasan' oleh Trump," terang Reid.




