Mengapa Jawa Tengah Disebut sebagai Kandang Banteng?

kompas.com
9 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Dari "kandang banteng" jadi "kandang gajah", itulah harapan putra bungsu Presiden ke-7 RI Joko Widodo, Kaesang Pangarep, saat rapat koordinasi wilayah Jawa Tengah (Jateng) Partai Solidaritas Indonesia, pada Kamis (8/1/2026).

Ambisi Kaesang sebagai Ketua Umum PSI ini ingin diwujudkan pada 2029 mendatang, saat kali ketiga PSI ikut dalam kontestasi pemilu.

Ambisi ini tentu tak terlepas dari rekam jejak sang ayah yang dulunya adalah kader dari PDI-Perjuangan, kemudian dipecat karena dinilai membelot dari titah Ketua Umum PDI-P, Megawati Soekarnoputri.

Baca juga: Jawa Tengah Disebut Akan Jadi Kandang Gajah, Bagaimana Perbandingan Suara PSI vs PDI-P?

Jawa Tengah sendiri dikenal sebagai "kandang banteng", julukan untuk wilayah dengan perolehan suara tertinggi yang dimiliki oleh PDI-P.

PDI-P diketahui sebagai partai berlambang banteng, sehingga wilayah tersebut dicap sebagai "kandang banteng" secara istilah.

Namun ada beberapa alasan yang membuat Jateng dijuluki sebagai "kandang banteng".

Basis sosial yang kuat

Pengamat politik Lembaga Survei Indonesia (LSI) Djayadi Hanan mengatakan, Jawa Tengah disebut sebagai kandang banteng karena memiliki basis sosial yang kuat.

Dalam konteks ini, jika dibandingkan dengan PSI, PDI-P memiliki jejaring yang mengakar hingga ke akar rumput.

"Nampaknya infrastruktur (basis sosial) PDI-P saya kira masih sangat kuat," ucap dia.

Meskipun saat ini PDI-P tidak memegang kendali sebagai pimpinan di Provinsi Jawa Tengah, tapi PDI-P masih menjadi pemenang pemilu di wilayah tersebut.

Baca juga: Kaesang Mau PSI Rebut Jateng, PDI-P Ungkit Tetap Menang walau Lawan 1 Keluarga Penguasa

Pengaruh Jokowi membelot ke PSI, kata Djayadi, memiliki dampak ke PDI-P, namun tidak signifikan dari sisi perolehan suara.

"Mungkin juga karena waktu itu kan mereka di last minute mereka (PDI-P) kemudian kehilangan Jokowi kan. Mereka mengira Jokowi itu pasukannya mereka, tahu-tahu di last minute Jokowi-nya pindah," ucap Djayadi.

Namun, pada pemilu berikutnya, PDI-P dinilai justru lebih mempersiapkan diri sehingga perolehan suara di Jateng bisa jauh lebih baik lagi.

Djayadi bahkan menilai, persiapan PDI-P akan jauh lebih baik karena ada dendam yang membara pada setiap entitas yang didukung oleh Jokowi.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

"Motivasinya sangat kuat untuk mengalahkan siapapun itu yang didukung oleh Jokowi dan keluarga Jokowi," ucap dia.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Dukung 3 Juta Rumah, Badan Bank Tanah Perkuat Sinergi Daerah
• 21 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Selebrasi Ala Cole Palmer, Beckham Putra Kembali Terancam Sanksi?
• 21 jam lalufajar.co.id
thumb
Asal-usul Nabi Khidir AS: Silsilah, Nama Asli, dan Misteri Ainul Hayat
• 17 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Pendakian Gunung Rinjani Ditutup Selama Januari, Fokus Keselamatan dan Pemulihan Alam
• 22 jam lalugenpi.co
thumb
Pastikan WNI di Iran Aman, Menlu Sugiono: Sebagian Besar Pelajar
• 4 jam lalutvrinews.com
Berhasil disimpan.