Berlangsung di Teras 5, Misa Awal Tahun di Gunung Padang Berlangsung Khidmat

tvonenews.com
7 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, tvOnenews.com - Romo Yos Bintoro, Wakil Uskup untuk umat Katolik di lingkungan TNI-Polri memimpin Misa yang digelar di Gunung Padang pada Selasa (12/1/2026).

Misa Ekaristi Awal Tahun pun berlangsung di Teras 5, titik tertinggi yang dipercaya sarat nilai spiritual dan sejarah peradaban tua Nusantara.

Rombongan tiba pada pukul 19.40 WIB dengan keadaan cuaca yang habis hujan.

Perayaan ini tidak hanya menjadi doa awal tahun, tetapi juga dimaknai sebagai permohonan ampun atas dosa ekologis manusia, atas kelalaian dan kerusakan terhadap alam, gunung, air, dan bumi yang selama ribuan tahun setia menopang kehidupan.

Rombongan yang terdiri dari pengurus PWI Jaya dan PWI Pusat, di antaranya Bendahara PWI Jaya Dar Edi Yoga, Toni Bramantoro, Rio Winto, Rizal Fachrani, Rudolf Simbolon, Anggota Dewan Kehormatan PWI Pusat Raldy Doy, serta Brigjen TNI (Mar) F.J.H. Pardosi, dan praktisi spiritual Cahaya Adi Wibowo, Maria Brida Nova, didampingi Kepala Juru Pelihara Gunung Padang Nanang Sukmana dan juru pelihara Atma. 

Sebelum menapaki 378 anak tangga utama, rombongan mengikuti ritual budaya membasuh tangan, wajah, dan kepala, serta meneguk air dari mata air Gunung Padang sebagai simbol penyucian dan penghormatan kepada alam.

Di sepanjang tangga utama, beberapa peserta mencium wangi bunga yang tidak biasa, harum lembut yang tidak dapat dikenali jenisnya dan muncul tanpa sumber yang terlihat. Aroma serupa kembali tercium beberapa kali, termasuk saat misa berlangsung di Teras 5, menambah kesan sakral perjalanan malam itu.

Peristiwa tak biasa terjadi ketika rombongan tiba di teras pertama. Saat Romo Yos memanjatkan doa pembuka, tiba-tiba terasa percikan air yang mengenai beberapa peserta. Percikan itu datang entah dari mana, bukan dari hujan dan bukan pula dari dedaunan, mengingat langit saat itu mendung namun kering.

Peristiwa ini disambut dalam keheningan, dimaknai sebagai bagian dari pengalaman batin yang sulit dijelaskan dengan nalar semata.

Puncak keheningan dan kekhusyukan terjadi di Teras 5 saat konsekrasi Ekaristi.

Awan tebal yang sejak sore menutup langit tiba-tiba menyibak, membentuk celah besar menyerupai lubang cahaya. 


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Jokowi: Eggi Sudjana-Damai Datang Buat Restorative Justice Kasus Ijazah Palsu
• 3 jam lalukumparan.com
thumb
Integrasi Hulu ke Hilir, Pertamina Pastikan Pasokan Energi yang Berkelanjutan
• 21 jam laluliputan6.com
thumb
Otsus Papua Serap Aspirasi Pembangunan Lanny Jaya
• 9 jam lalutvrinews.com
thumb
Ormat Geothermal Menang Lelang Blok Panas Bumi Telaga Ranu
• 5 jam lalubisnis.com
thumb
Litbang Kompas: 89,5 Persen Gen Z Ingin Sistem Pilkada Langsung
• 8 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.