Penulis: Ridho Dwi Putranto
TVRINews, Jakarta
Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon menerima kunjungan Duta Besar Republik Azerbaijan untuk Indonesia, Ramil A. Rzayev, di Gedung Kementerian Kebudayaan, Jakarta.
Pertemuan tersebut membahas penguatan dan perluasan kerja sama kebudayaan kedua negara, khususnya di bidang sastra, warisan budaya, dan pertukaran kegiatan kebudayaan.
Indonesia memandang Azerbaijan sebagai mitra yang memiliki kedekatan nilai budaya dan sejarah. Kesamaan tersebut dinilai menjadi fondasi kuat untuk membangun kerja sama kebudayaan yang lebih terstruktur dan saling menguntungkan.
“Indonesia dan Azerbaijan memiliki banyak kesamaan nilai budaya, termasuk dalam tradisi sosial dan sejarah. Ke depan, kerja sama ini perlu terus dieksplorasi, terutama di bidang sastra dan warisan budaya,” ujar Fadli Zon dalam keterangan tertulis yang diterima, Rabu, 14 Januari 2026.
Kolaborasi Sastra dan MuseumMenteri Kebudayaan menyoroti peluang kerja sama di bidang literatur, termasuk dengan Museum of Literature di Azerbaijan. Ia menilai terdapat kesamaan narasi antara kisah Layla Majnun dari Azerbaijan dan kisah Panji dari Indonesia, yang dapat menjadi pintu masuk dialog sastra serta pertukaran pengetahuan budaya antarnegara.
Dukungan Nominasi Tradisi Iftar di UNESCODalam pertemuan itu, Fadli Zon juga meminta dukungan Azerbaijan terkait perluasan nominasi tradisi Iftar sebagai Warisan Budaya Takbenda (Intangible Cultural Heritage/ICH) UNESCO. Tradisi tersebut telah terinskripsi pada 2023 melalui pengajuan bersama Azerbaijan, Iran, Türkiye, dan Uzbekistan.
“Kami berharap Azerbaijan dapat mendukung upaya Indonesia untuk memperluas nominasi tradisi Iftar sebagai warisan budaya takbenda bersama, sekaligus membuka peluang nominasi bersama lainnya,” katanya.
Minat Azerbaijan terhadap Budaya IndonesiaSementara itu, Duta Besar Azerbaijan Ramil A. Rzayev menyampaikan bahwa kedua negara memiliki banyak kesamaan nilai sosial, seperti penghormatan kepada orang tua, kepedulian terhadap anak-anak, dan penghargaan terhadap sesama.
“Walaupun terpisah jarak geografis yang jauh, masyarakat Azerbaijan dan Indonesia memiliki banyak kesamaan tradisi dan nilai. Ini menjadi dasar kuat untuk mempererat kerja sama kebudayaan,” ujarnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa bahasa Indonesia semakin diminati di Azerbaijan, terutama di kalangan generasi muda, melalui pusat-pusat studi dan kegiatan kebudayaan.
Azerbaijan Cultural Days dan Pertukaran BukuDalam kesempatan tersebut, Ramil menyampaikan harapan agar Indonesia mendukung penyelenggaraan Azerbaijan Cultural Days di Tanah Air serta rencana presentasi e-book Karabakh Khanate.
Ia juga menyerahkan buku Mehseti Ganjavi versi terjemahan bahasa Indonesia sebagai hadiah dari Wakil Ketua Parlemen Azerbaijan.
MoU dan Peran ISESCOMenanggapi hal itu, Fadli Zon menegaskan komitmen Indonesia untuk mempercepat penyelesaian nota kesepahaman (MoU) kerja sama kebudayaan melalui jalur diplomatik Kementerian Luar Negeri.
“MoU ini penting sebagai dasar hukum untuk memperluas kerja sama dan penyelenggaraan kegiatan kebudayaan secara resiprokal di kedua negara,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa Indonesia tengah mempersiapkan diri untuk kembali aktif di ISESCO, yang dipandang strategis sebagai wadah kerja sama kebudayaan negara-negara Islam.
Editor: Redaksi TVRINews


/https%3A%2F%2Fcdn-dam.kompas.id%2Fphoto%2Fori%2F2021%2F11%2F23%2F6217de12-97ce-46ff-8ea3-64350c366840.jpg)

