ACEH, KOMPAS.TV – Menjelang bulan suci Ramadan, Kementerian Agama (Kemenag) RI melalui Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam (Bimas Islam) terus berupaya memulihkan layanan keagamaan terdampak bencana di Aceh.
Dirjen Bimas Islam Kemenag, Abu Rokhmad menyebut, pihaknya akan terus memastikan hak beribadah masyarakat tetap terpenuhi di tengah situasi darurat.
“Penanganan pascabencana harus menyentuh aspek fisik dan spiritual secara simultan. Masjid, KUA, madrasah, dan ruang-ruang keagamaan lainnya perlu segera dipulihkan agar tetap berfungsi sebagai pusat layanan umat, terlebih menjelang Ramadan,” ungkapnya, Selasa (13/1/2026) di Aceh.
Baca Juga: Pembangunan Huntap Polri untuk Warga Terdampak Bencana di Aceh Tamiang Resmi Dimulai
“Layanan keagamaan tidak boleh terhenti. Ini bagian dari pelayanan dasar yang harus kita jaga bersama,” imbuhnya dikutip dari keterangan tertulis Kemenag.
Dalam kunjungannya, Abu Rokhmad mendatangi sejumlah posko kemanusiaan, masjid, KUA, dan madrasah di Kabupaten Pidie Jaya, Bireuen, hingga Aceh Utara.
Ia berdialog dengan sejumlah warga, penyuluh agama, tokoh masyarakat, serta relawan untuk memetakan kebutuhan mendesak dan memastikan bantuan tepat sasaran.
Menurutnya, dalam upaya pemulihan pascabencana tersebut Kemenag tidak sendirian.
Pihaknya bekerja sama dengan sejumlah lembaga seperti BAZNAS, lembaga amil zakat (LAZ), serta unsur masyarakat dan perguruan tinggi.
Di Pidie Jaya, tim Kemenag meninjau posko BAZNAS yang menyediakan MCK darurat dan air bersih, termasuk madrasah yang terdampak.
Penulis : Kurniawan Eka Mulyana Editor : Deni-Muliya
Sumber : Kompas TV
- kementerian agama
- kemenag
- pemulihan pascabencana aceh
- banjir aceh
- longsor aceh



