Surplus Dagang China Tembus Rp20.000 Triliun pada 2025, Rekor Terbesar

idxchannel.com
8 jam lalu
Cover Berita

Surplus perdagangan China melonjak menjadi USD1,2 triliun atau Rp20 ribu triliun pada 2025, rekor tertinggi sepanjang sejarah.

Surplus Dagang China Tembus Rp20.000 Triliun pada 2025, Rekor Terbesar. (Foto: Xinhua)

IDXChannel - Surplus perdagangan China melonjak menjadi USD1,2 triliun atau Rp20 ribu triliun pada 2025, rekor tertinggi sepanjang sejarah.

Dilansir dari AP pada Rabu (14/1/2026), peningkatan ekspor ke negara lain mengimbangi perlambatan pengiriman ke Amerika Serikat (AS).

Baca Juga:
Kemitraan Indonesia - China Kian Kuat, 16 Proyek TCTP Tembus Rp36,4 Triliun

Ekspor China naik 5,5 persen sepanjang tahun lalu menjadi USD3,77 triliun, sementara impor stagnan di USD2,58 triliun. Surplus perdagangan pada 2024 adalah USD992 miliar.

Pada Desember, ekspor China naik 6,6 persen dari tahun sebelumnya dalam dolar AS, lebih baik dari perkiraan ekonom dan lebih tinggi dari kenaikan 5,9 persen pada November. 

Baca Juga:
Indonesia-China Perkuat Kerja Sama Perdagangan, Investasi, dan Integrasi Industri

Impor pada Desember naik 5,7 persen secara tahunan, dibandingkan dengan kenaikan 1,9 persen pada November.

Surplus perdagangan China melampaui angka USD1 triliun untuk pertama kalinya pada November, ketika surplus perdagangan mencapai USD1,08 triliun dalam 11 bulan pertama tahun lalu.

Baca Juga:
AS Resmi Izinkan Nvidia Jual Chip Canggih H200 ke China

Para ekonom memperkirakan ekspor akan terus mendukung perekonomian China tahun ini, meskipun ada gesekan perdagangan dan ketegangan geopolitik.

“Kami terus memperkirakan ekspor akan bertindak sebagai pendorong pertumbuhan utama pada 2026,” kata Kepala Ekonom China BNP Paribas Jacqueline Rong.

Meskipun ekspor China ke AS telah turun tajam hampir sepanjang tahun lalu sejak Presiden Donald Trump kembali menjabat dan meningkatkan perang dagangnya dengan Beijing, penurunan tersebut sebagian besar diimbangi oleh pengiriman ke pasar lain di Amerika Selatan, Asia Tenggara, Afrika, dan Eropa.

Ekonom Senior Natixis Gary Ng memperkirakan ekspor China akan tumbuh sekitar tiga persen pada 2026, lebih rendah dari pertumbuhan 5,5 persen pada 2025. Dengan pertumbuhan impor yang lambat, ia memperkirakan surplus perdagangan China akan tetap di atas USD1 triliun tahun ini. (Wahyu Dwi Anggoro)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Kejaksaan Didesak Segera Tangkap Jurist Tan, Hakim: Biar Enggak Ada Missing Link
• 12 jam lalukompas.com
thumb
Rangkaian Acara Peringatan Isra Mikraj 2026 di Masjid, Sekolah, dan Lingkungan
• 23 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Gelondongan Kayu Banjir Sumatra Tak Boleh Dijual, Menhut Gunakan untuk Bangun Huntara Korban
• 4 jam lalutvonenews.com
thumb
Trump Tetapkan Ikhwanul Muslimin di 3 Negara Ini sebagai Organisasi Teroris
• 10 jam laludetik.com
thumb
Sutiyoso Lega Tiang Monorel Mangkrak Jalan Rasuna Said Dibongkar: Sudah Puluhan Tahun jadi Besi Tua
• 7 jam laluliputan6.com
Berhasil disimpan.